OJK Kediri Gelar Jurnalis Class Untuk Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan

21

KEDIRI, MADUTV – Guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang Literasi dan Inklusi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar Jurnalis Class di salah satu Hotel, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selama dua hari pada Selasa (28/5/2024) dan Rabu (29/5/2024)

Dalam Jurnalis class ini setidaknya OJK menghadirkan puluhan jurnalis di wilayah Kediri Raya yang telah mengikuti beberapa regulasi sebelum mengikuti giat ini.

“Kegiatan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa rekan media dapat berperan sebagai partner OJK, untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, dalam rangka edukasi dan peningkatan literasi maupun inklusi keuangan,” jelas Kepala Kantor OJK Kediri, Bambang Supriyanto, saat memberikan sambutan kepada peserta Jurnalis Class.

Bambang menambahkan, sejumlah materi tentang pemahaman Literasi dan Inklusi Keuangan kepada peserta seperti upaya edukasi dan perlindungan konsumen oleh OJK Kediri.

Selain materi itu, pentingnya pencegahan kerugian konsumen dan penindakan penyelenggaraan investasi atau pinjaman online ilegal, tidak hanya itu juga diberikan pula materi pengawasan perusahaan pembiayaan dan penyelenggara layanan paylater.

“Kegiatan Jurnalis Class ini dilaksanakan selama dua hari, dengan menghadirkan narasumber dari kantor pusat OJK, yang memang menjadi spesialis dan sangat menarik,” paparnya.

Bambang menegaskan, sejumlah topik materi yang akan dibahas dalam kegiatan ini yang banyak muncul dari lima besar konsultasi dan pengaduan di OJK Kediri.

Topik tersebut di antaranya restrukturisasi pembiayaan paylater dan fintech p2p lending atau pinjol. Serta topik sistem layanan informasi keuangan (SLIK).

“Selain itu penanganan pinjol dan investasi ilegal masih menjadi headline di beberapa media,” tambahnya.

Harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman produk pembiayaan ke masyarakat.

“Beberapa yang menjadi permasalahan pada umumnya dilatarbelakangi kurangnya literasi, dan tingkat pemahaman mengenai produk jasa keuangan yang dapat terdampak kepada kredit scoring di SLIK,” pungkasnya.(ef)