
Sidoarjo – Menanam pohon beringin sebagai simbol keberagaman dan persatuan menjadi tindakan yang diambil oleh belasan guru dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pancasila Krian. Lokasi penanaman ini adalah di halaman Pura Penataran Agung, Margo Wening, Desa Balonggarut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Menanam pohon beringin ini dimaksudkan sebagai simbol untuk melindungi, mengayomi, dan bersatu padu antar sesama manusia, tanpa membedakan suku, ras, dan agama. Aksi ini juga sekaligus untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, yang merupakan landasan dasar bernegara.
Selain di area Pura, belasan guru dan siswa ini juga menanam pohon beringin di area Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Kombes Mohammad Duryat, Sidokumpul, Sidoarjo. Pohon tersebut ditanam di dalam pot warna hitam dan ditempatkan bersama tanaman lain yang ada di lingkungan gereja setempat.
Aksi penanaman pohon beringin ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dikemas dalam kunjungan dan diskusi kebangsaan. Diskusi kebangsaan juga dilakukan dengan pengurus Kelenteng Tjong Hok Kiong, yang berada di kawasan Jalan Pasar Ikan, Sidoarjo.
Menurut Agus Mafrudy, Kepala SMP Pancasila Krian, aksi ini diambil sebagai bentuk perwujudan bahwa di daerah bisa saling menjaga, rukun, dan mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Perwakilan pengurus gereja, kelenteng, dan pura mengaku senang dengan adanya aksi ini. Mereka berpendapat bahwa simbol pohon beringin akan mampu mempersatukan bangsa Indonesia dan menanam generasi masa depan yang bisa menerima perbedaan antara satu dengan yang lain.
Aksi kunjungan dan diskusi kebangsaan ini direncanakan akan rutin dilakukan setiap tahun, agar generasi penerus bangsa mampu mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika

