spot_img
Trending
Rabu, Juni 3, 2026
Beranda BERITA VIDEO Warga Serbu Operasi Pasar Murah Pemkab Tulungagung

Warga Serbu Operasi Pasar Murah Pemkab Tulungagung

245

Tulungagung, MADU TV – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Operasi Pasar Murah yang mendapat sambutan antusias dari ratusan warga. Para warga rela mengantre demi mendapatkan bahan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dari harga pasar.

Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Jl. Ki Mangunsarkono No. 04, Beji, Boyolangu. Antrean warga terlihat memanjang sejak pagi, menunggu giliran untuk mendapatkan beras kualitas medium dengan harga hanya 52 ribu per sak berisi 5 kilogram serta bahan pokok lainnya seperti minyak goreng seharga Rp 15 ribu per liter, telur Rp 26 ribu per kilogram, dan gula pasir Rp 14 ribu per kilogram.

Operasi pasar murah ini hanya berlangsung satu hari pada Kamis, 29 Februari 2024, namun dalam waktu sehari terjual habis minyak goreng sebanyak 240 botol (20 krat dengan isi 12 botol per krat) dan 3 ton beras dari stok Bulog sebanyak tiga ribu ton. Cabai juga terjual dengan harga terjangkau, yakni Rp 55 ribu per kilogram, sementara telur terjual sebanyak 100 kilogram dan gula pasir sebanyak 2 kwintal.

Pembelian oleh warga dibatasi agar semua dapat merasakan manfaatnya, yakni 10 kilogram beras per orang dan satu paket untuk setiap jenis produk. Namun, jika masih tersisa, pembelian masih diperbolehkan agar terjadi distribusi yang merata di masyarakat.

Hartono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung menyampaikan bahwa operasi pasar murah ini bertujuan untuk stabilisasi dan pengendalian harga bahan pokok serta dalam rangka pengendalian inflasi. Operasi pasar murah masih akan dilaksanakan dua kali pada bulan Maret di depan kantor Disperindag dan beberapa pasar di Kabupaten Tulungagung.

Hartono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, mengatakan “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.”