spot_img
Trending
Senin, Oktober 12, 2026
Beranda BERITA UTAMA Tekan Penularan TBC, Pemkot Madiun Perluas Skrining hingga 68 Titik

Tekan Penularan TBC, Pemkot Madiun Perluas Skrining hingga 68 Titik

9

MADIUN, MADUTV NUSANTARA – Pemerintah Kota Madiun terus mengintensifkan upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui skrining terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan kelurahan, sekolah, hingga instansi pemerintahan.

Dari total 68 titik yang menjadi sasaran skrining, sebanyak 41 lokasi telah melaksanakan pemeriksaan hingga Senin (12/10/2026). Perluasan skrining ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus TBC secara dini sekaligus menekan risiko penularan di tengah masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr. Wahyu Hetty Darmawati, mengatakan bahwa penanganan TBC masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius. Sejumlah indikator penanggulangan penyakit tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar target penanganan dapat tercapai.

Hal itu disampaikan Wahyu saat kegiatan skrining TBC terintegrasi CKG di Kelurahan Taman, Kota Madiun. Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah kota maupun Kementerian Kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat pelaksanaan program penanggulangan TBC.

“Memang di Kota Madiun ini masih banyak pekerjaan rumah untuk TBC. Banyak indikator yang belum tercapai. Namun, dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah kota dan Kementerian Kesehatan, diharapkan tahun ini seluruh indikator yang belum tercapai bisa terpenuhi,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes-PPKB Kota Madiun, perkiraan kasus TBC pada 2026 mencapai 1.312 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 777 kasus telah teridentifikasi positif. Data tersebut mencakup 247 pasien dari dalam wilayah Kota Madiun dan 530 pasien yang berasal dari luar kota.

Data itu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya penemuan kasus, memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai, serta meningkatkan pengawasan terhadap keberlanjutan pengobatan.

Sementara itu, pada 2025, sebanyak 96 persen pasien TBC yang terdata telah menjalani pengobatan. Capaian tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat penanggulangan TBC, meskipun upaya peningkatan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan masih perlu terus dilakukan.

Untuk mendukung pemeriksaan, Pemkot Madiun juga menyediakan layanan rontgen gratis bagi masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu proses deteksi dini, terutama bagi warga yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaksanaan skrining dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari wawancara untuk menggali gejala dan riwayat kesehatan, pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan, hingga tes Mantoux berdasarkan indikasi medis. Petugas juga memanfaatkan alat rontgen portabel untuk mendukung pemeriksaan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes-PPKB berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas Sogaten. Petugas kesehatan juga aktif mendatangi sejumlah kelurahan, sekolah, dan instansi guna memperluas jangkauan pemeriksaan serta memudahkan masyarakat mengakses layanan skrining.

Sasaran pemeriksaan tidak hanya masyarakat yang mengalami gejala, tetapi juga kelompok yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC. Penjangkauan ini penting untuk membantu menemukan kemungkinan kasus yang belum terdeteksi dan mengarahkan warga yang membutuhkan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Melalui skrining terintegrasi CKG, Pemkot Madiun berupaya memperkuat penemuan kasus secara aktif, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penularan dapat ditekan. Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mencurigakan.

Perluasan skrining hingga 68 titik menjadi bagian dari komitmen Pemkot Madiun untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan fasilitas pemeriksaan, dan partisipasi aktif warga, upaya pengendalian TBC di Kota Madiun diharapkan semakin optimal.(Rie)