
Banyuwangi – Usai dilantik serentak pada Kamis, 25 Januari, ribuan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, segera menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemilu 2024. Materi yang menyoal tugas dan mekanisme pemungutan serta penghitungan suara disampaikan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kepada jajaran adhoc Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat terendah.
Sebanyak 1.808 kelompok penyelenggara pemungutan suara atau KPPS turut serta dalam acara Bimtek pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 yang digelar oleh PPK Sempu. Materi yang mencakup tugas KPPS dari satu hingga tujuh desa menjadi santapan awal bagi petugas KPPS yang baru dilantik serentak pada 25 Januari lalu. Mereka dipandu langsung oleh anggota PPK Sempu Divisi Teknis Penyelenggaraan.
Bimtek ini dijadwalkan berlangsung selama tiga sesi, mulai dari hari Jumat hingga Senin, 29 Januari mendatang. Acara tersebut terbagi dalam tujuh desa, yaitu Jambewangi, Sempu, Tegalarum, Temuasri, Karangsari, Temuguruh, hingga Desa Gendoh. Ketua PPK Sempu, Retno Widjayanti, menyampaikan pembagian ini dilakukan agar materi yang disampaikan dapat terserap secara maksimal. Dengan tinggal enam belas hari menuju tahapan pencoblosan, Retno menegaskan pentingnya kelompok penyelenggara memahami seluruh proses dengan baik.
Selain menyoal tugas, Retno berharap agar KPPS mampu menjaga kondusifitas selama tahapan pemungutan dan penghitungan berlangsung. Dia juga meminta agar mereka bersinergi dengan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun saksi saat pencoblosan nanti.
Di Kecamatan Sempu sendiri, tercatat ada 244 TPS yang tersebar di tujuh desa. Setiap TPS akan melibatkan tujuh petugas KPPS yang bertugas melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara. Retno berharap seluruh anggota KPPS mampu mengemban tugas dengan baik. Materi yang diserahkan kepada PPS desa masing-masing akan menyoal tungsura, dengan landasan PKPU dan Surat Keputusan KPU mengenai pemungutan dan penghitungan suara yang sama.




