spot_img
Selasa, April 21, 2026
Beranda BERITA VIDEO Rencana Pembukaan SPBU Tempurejo Usai Polemik Pencemaran Air

Rencana Pembukaan SPBU Tempurejo Usai Polemik Pencemaran Air

457
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tempurejo di dekat kawasan pemukiman warga Lingkungan Kresek RT 05 RW 02, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, akan kembali dibuka

Kediri – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tempurejo di dekat kawasan pemukiman warga Lingkungan Kresek RT 05 RW 02, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, akan kembali dibuka setelah sempat tutup akibat polemik pencekaman sumur warga pada Agustus lalu.

Rencana pembukaan kembali SPBU yang telah lama ditutup sejak muncul kontroversi terkait pencemaran sumur warga disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Perkotaan (DLHKP) Kota Kediri, Imam Mutakin, dalam pertemuan bersama warga pada hari Sabtu kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Pertamina, perwakilan SPBU, PDAM, dan perangkat daerah setempat turut hadir untuk merapatkan barisan. Imam Mutakin menyampaikan bahwa rencananya SPBU Tempurejo akan kembali beroperasi besok atau lusa setelah proses pengiriman yang direncanakan pada malam hari ini.

Imam memastikan bahwa langkah ini akan diambil apabila warga setuju dan mendukung pembukaan kembali SPBU tersebut. Meski demikian, mereka menuntut agar SPBU memberikan komitmen penuh untuk menyelesaikan proses normalisasi dan tetap memberikan kompensasi hingga kondisi kembali normal.

Saat ini, proses normalisasi tengah berlangsung, dengan target penyelesaian pada bulan Februari 2024. Menurut Imam, dari lima sampel sumur yang telah diambil kembali, dua di antaranya sudah menunjukkan kondisi normal tanpa adanya kandungan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH).

“Kami akan membuka SPBU Tempurejo kembali jika warga setuju dan mendukung. Namun, kami menjamin bahwa normalisasi akan diselesaikan dan kompensasi tetap diberikan hingga semuanya kembali normal.”

Salah satu warga, yang dikenal dengan nama Semi, mengakui bahwa sumurnya belum kembali normal. Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan pembukaan kembali SPBU selama proses normalisasi dan kompensasi tetap berjalan.

“Sumur saya memang belum normal, tetapi bukan hal yang saya prioritaskan. Yang penting, proses normalisasi dan kompensasi tetap berjalan dengan baik.”

Diketahui sebelumnya, hasil tes dari tim independen yang bersertifikasi dari Dirjen Migas menunjukkan adanya penurunan tekanan yang mengindikasikan adanya keretakan atau kebocoran kecil pada pipa Pertamax di lokasi SPBU.