spot_img
Kamis, April 30, 2026
Beranda Bangkalan Reka Ulang Kasus Carok, Tiga Puluh Delapan Adegan Diperagakan Pelaku

Reka Ulang Kasus Carok, Tiga Puluh Delapan Adegan Diperagakan Pelaku

332

Bangkalan, MADU TV – Dua orang pelaku kasus perkelahian dengan senjata tajam atau yang lebih dikenal dengan sebutan carok di Bangkalan, Madura, pada bulan lalu, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia, kini telah menghadapi proses rekonstruksi oleh pihak kepolisian setempat. (27/02/2024).

Dua orang pelaku, Hasan dan Wardi, melakukan reka ulang atas kasus perkelahian tersebut yang terjadi pada bulan Januari lalu di Bumi Anyar, wilayah Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura. Proses reka ulang tersebut digelar dengan menghadirkan kedua pelaku kakak beradik yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara para korban dan saksi saat kejadian diperankan oleh anggota Satreskrim Polres Bangkalan.

Dalam rekonstruksi ini, kedua pelaku memperagakan mulai dari situasi Hasan yang sedang duduk santai di atas sepeda motor di pinggir jalan karena sedang menunggu tahlihan. Kemudian datanglah dua orang korban, Mat Tanjar dan Mat Terdam, yang berboncengan sepeda motor. Karena sorot lampu korban menyilaukan mata Hasan, ia menegur dengan cara berbasabasi menyapa kedua korban.

Tak terima ditegur, kedua korban menghentikan motornya. Mat Tanjar lalu turun dari motor, dan terjadi cekcok antara Mat Tanjar dan Hasan, hingga terjadi pemukulan dan pengancaman dengan senjata tajam clurit. Hasan berusaha melawan, membuat Mat Tanjar menantang dan diminta agar ia pulang dan mengambil senjata tajamnya. Hasan pulang dan bertemu dengan adiknya, Wardi, yang akhirnya ikut membela sang kakak.

Kedua bersaudara pulang ke rumah, dan masing-masing mereka mengambil clurit. Kedua pelaku sempat bertemu dengan ibunya yang melarang mereka untuk bertikai, namun Hasan dan Wardi bersikukuh tetap berangkat. Keduanya pun pamit, dan mencium tangan ibunya, yang diperankan salah seorang anggota Polwan.

Keduanya naik sepeda motor dan tiba di lokasi diketahui terdapat sepuluh orang yang sudah bersiap dengan senjata tajam, namun hanya lima orang yang turun arena. Hasan langsung masuk ke arena dan menyerang Mat Tanjar dengan clurit, serangan Hasan langsung mengenai lengan kiri dan bagian leher Mat Tanjar, merasa terdesak, Mat Tanjar berusaha lari menghindar.

Namun saat itulah, Hasan menyabetkan kembali cluritnya ke bagian punggung dan bagian perut, yang menyebabkan Mat Tanjar tumbang. Saat melayani Mat Tanjar, Hasan diserang dua orang lainnya dari belakang dan samping, yaitu oleh Mat Terdam dengan clurit dan Hafid yang memegang pisau, namun Hasan berhasil mengelak.

Serangan keduanya hanya mengenai jaket yang dikenakan Hasan, hingga menyebabkan jaket tersebut robek di sisi samping. Hasan ini menyerang balik, yang menyebabkan Mat Terdam ikut tewas, termasuk pergelangan tangannya hampir putus. Sementara Wardi, lalu bergerak menyerang bagian punggung Hafid, saat Hafid hendak berbalik menyerang dengan tusukan pisau, ia kembali kena sabitan clurit Wardi pada bagian leher dan dada, Hafid pun tumbang.

Usai menghabisi Hafid, Wardi lalu meladeni dua orang tersisa, yaitu Najehri dan Mister X. Setelah sempat beradu clurit, Najehri pun akhirnya tumbang, akibat kena sabitan Wardi pada bagian lehernya. Mister X yang masih hidup, ia kemudian disuruh pulang oleh Hasan agar tidak ikut jadi korban, meski masih sempat hendak melawan, Mister X yang masih belum jelas identitasnya ini, lalu memilih pulang setelah melihat teman-temannya yang lain sudah tewas.

Rekonstruksi ini digelar dengan memperagakan tiga puluh delapan adegan. Hal ini dilakukan agar kasus carok tersebut dapat lebih jelas dan terang. Guna menjaga keamanan, petugas terpaksa mengelar reka ulang di tempat yang lain.

Menurut Kombes Andi Febrianto Ali, Wakapolres Bangkalan, rekonstruksi selain menghadirkan pelaku dan saksi, pihak pengacara pelaku dan kejaksaan Bangkalan juga ikut memantau adegan kasus carok tersebut.

Wartawan : Abraham | Editor : Riaza Romy