Pelaku Pembunuhan Siswa SMK Pelayaran, Kakak, Adik Kandung

Penegak hukum berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan terhadap siswa SMK Pelayaran Brajaguna yang tewas di Kali Desa Bilah Porah, Kecamatan Socah, Bangkalan

Bangkalan – Penegak hukum berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan terhadap siswa SMK Pelayaran Brajaguna yang tewas di Kali Desa Bilah Porah, Kecamatan Socah, Bangkalan. Pelaku yang berhasil ditangkap ternyata adalah kakak dan adik kandung korban, keduanya sama-sama bersekolah di SMK yang sama.

Kepolisian tidak memerlukan waktu lama untuk menangkap kedua pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Hifni, siswa SMK Pelayaran Brajaguna. Penangkapan dilakukan di rumah mereka pada malam Minggu setelah pihak berwenang memeriksa beberapa saksi.

M-F dan M-R-A-J, kakak dan adik kandung korban, sama-sama menempuh pendidikan di SMK Pelayaran Brajaguna di Jalan Perdana Khusuma, Bangkalan.

Menurut pengakuan tersangka M-F, motif pembunuhan bermula dari rasa sakit hati karena korban berfoto bersama anak pelaku, foto yang kemudian disebar di kalangan WhatsApp. M-F tidak terima karena foto tersebut telah mengungkap aibnya, mengingat statusnya sebagai seorang suami. Selanjutnya, pelaku bersama adiknya merencanakan untuk membunuh korban.

Korban awalnya diajak pelaku untuk melihat pancing di Kali Desa Bilah Porah. Tak lama kemudian, adik pelaku mendekati dan langsung memukul kepala korban, membuatnya terjatuh ke dalam kali dan celingak-celinguknya dicekik.

Kedua pelaku membawa korban ke tempat kejadian perkara, lalu membunuhnya dengan cara dicekik dan kepala ditenggelamkan ke dalam air hingga korban meninggal dunia.

Selain berhasil menangkap kedua pelaku, polisi juga berhasil mengungkap penadah motor korban yang ternyata dijadikan jaminan gadai untuk mengelabui keluarga korban.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka kakak beradik dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 338 KUHP juncto 55 ayat ke-1 KUHP, dan/atau Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 78 C Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup.