
Blitar – Kondisi cuaca buruk dan pasokan berkurang kini memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan harga beras di pasaran. Seperti yang terlihat di pasar tradisional Kota Blitar, Jawa Timur, harga eceran beras kini mencapai 16 ribu rupiah per kilogram, melonjak dari kisaran sebelumnya yang hanya 14 ribu rupiah per kilogram.
Dampak dari cuaca buruk dan pasokan beras yang berkurang terasa secara nyata di Pasar Pon Kota Blitar, Jawa Timur. Harga beras di pasar tersebut telah tembus angka 16 ribu rupiah per kilogram. Harga beras medium kini mencapai 14.500 rupiah per kilogram, sementara beras premium meroket hingga 16 ribu rupiah per kilogram. Proyeksi menunjukkan bahwa kenaikan ini kemungkinan akan berlanjut hingga musim panen mendatang.
Saat ini, pedagang beras seperti Oen Huu memberikan kesaksian tentang situasi sulit ini. Menurutnya, kenaikan harga beras terjadi setiap hari. Pada awal tahun, harga beras medium berada pada kisaran 12 ribu rupiah per kilogram, sementara beras premium dijual seharga 14 ribu rupiah per kilogram. Namun, menjelang akhir bulan ini, harga beras melambung menjadi 16 ribu rupiah per kilogram. Oen Huu menegaskan bahwa peningkatan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari para petani.
Sementara itu, diperkirakan kenaikan harga beras ini akan terus berlanjut hingga dua bulan ke depan. Hal ini disebabkan oleh gagal panen yang dialami banyak petani akibat cuaca buruk di awal tahun ini. Situasi sulit ini menuntut ketahanan konsumen di tengah ketidakpastian pasokan beras.




