
Abu Dhabi, Uni Emirat Arab – Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, menerima penghargaan prestisius Zayed Award for Human Fraternity 2024 di sebuah acara yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Senin malam waktu setempat. Penghargaan ini dianggap setara dengan Nobel Perdamaian khususnya untuk wilayah Asia. Senin, (5/02/2024).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam seremoni penyerahan, Gus Yahya, sapaan akrabnya, menerima cenderamata dari Zayed Award for Human Fraternity 2024.
Dalam sambutannya, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan yang diberikan kepada organisasi yang dipimpinnya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan persaudaraan sesama manusia di seluruh dunia. PBNU juga menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya memperjuangkan perdamaian global dan persaudaraan antarmanusia di semua penjuru dunia.
Dalam sebuah pernyataan, Ketua Umum PBNU juga menyoroti peran diplomasi NU dalam membantu mengamankan pembebasan sandera Korea Selatan yang ditahan oleh pejuang Taliban di Afghanistan pada tahun 2007. NU, menurut pandangan dewan juri Zayed Award for Human Fraternity, telah memainkan peran utama dalam memelopori perdamaian global dan upaya diplomasi.
NU telah menjadi pelopor penyelenggaraan dan kepemimpinan dalam beberapa konferensi antaragama dan antarbudaya, termasuk Konferensi Islam Asia-Afrika dan Konferensi Dunia tentang Agama dan Perdamaian. Upaya diplomatik NU telah membantu mengamankan pembebasan sandera Korea Selatan pada masa lalu, menunjukkan komitmen mereka terhadap perdamaian global dan kemanusiaan.
Penganugerahan Zayed Award for Human Fraternity 2024 ini menegaskan peran penting Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan persaudaraan dan perdamaian di tingkat global, menjadikan NU sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.


