spot_img
Trending
Minggu, Oktober 25, 2026
Beranda BERITA UTAMA Ning Lia Istifhama Gandeng ISNU Paciran Songsong HSN 2026, Usung Pesantren Ramah...

Ning Lia Istifhama Gandeng ISNU Paciran Songsong HSN 2026, Usung Pesantren Ramah Santri Digdaya

18
"Pesantren Ramah, Santri Digdaya" di Tanjung Kodok Beach Resort, Paciran, Lamongan, Senin (19/10/2026).

PACIRAN, MADUTV NUSANTARA – Suasana pesisir Paciran, Lamongan terasa berbeda. Jelang Hari Santri Nasional (HSN) 2026, semangat para santri begitu membara.

Momen itu makin spesial karena Anggota MPR RI / DPD RI Jatim, Dr. Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia, turun langsung dan bersinergi dengan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) PAC Paciran.

Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial. Ning Lia bersama ISNU Paciran sepakat mengusung tema besar “Pesantren Ramah, Santri Digdaya”. Tujuannya jelas, ingin mencetak santri yang tidak hanya kuat ngajinya, tapi juga melek kebangsaan dan siap bersaing di era digital.

Dalam agenda yang digelar Senin, 19 Oktober 2026 itu, Ning Lia tampak begitu dekat berdialog dengan para kiai, pengurus NU, dan para santri. Ia menekankan pentingnya menanamkan Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan pesantren.

“Arus globalisasi dan digital ini kencang sekali. Santri harus jadi benteng ideologi. Pesantren harus ramah, tapi santrinya harus digdaya, tangguh dan mandiri,” ungkap Ning Lia.

Berbagai kegiatan pun digelar bareng. Ada panggung kreasi santri, pelatihan literasi digital biar santri tidak gagap teknologi, sampai forum diskusi kepemimpinan yang interaktif.

Suasana Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Paciran Masa Khidmat 2026-2029

Ketua PAC ISNU Paciran, Wardatul Karomah, MA, mengaku sangat antusias. Menurutnya, kehadiran Ning Lia menjadi HSN 2026, Hari Santri Nasional.

“Kami di Paciran sangat antusias. Ini jadi bukti nyata sinergi antara legislatif dan organisasi santri untuk menyiapkan generasi emas,” tuturnya.

Harapannya, kolaborasi seperti di Paciran ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Bagaimana pesantren, organisasi kepemudaan, dan wakil rakyat bisa jalan bareng melahirkan santri yang bermental kuat, mandiri secara ekonomi, dan tetap setia menjaga NKRI. (Ibnu)