
KEDIRI, MADUTV – Demi meningkatkan Pemahaman terhadap manajemen keuangan yang matang menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dalam lingkup pribadi, keluarga, maupun pembangunan lini usaha kecil. Guna mewujudkan hal tersebut, Ketua Komisi VI DPR RI, Dr. Hj. Anggia Ermarini, M.K.M., berkolaborasi dengan Bank Mandiri menggelar agenda Sosialisasi Perencanaan Keuangan, Investasi, dan Akses Pembiayaan bagi masyarakat serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),Jumat (23/10/2026) bertempat di Hotel AmazeJl. Raden Ajeng Kartini, Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.
Kegiatan edukatif ini diinisiasi untuk memberikan literasi keuangan yang komprehensif, sekaligus memperkenalkan model pembiayaan perbankan yang inklusif dan ramah terhadap kebutuhan modal pelaku usaha mikro di daerah.
Dalam paparannya, Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini menegaskan bahwa perempuan dan pelaku UMKM memiliki posisi yang sangat strategis sebagai motor penggerak ekonomi domestik. Ketahanan ekonomi nasional, menurutnya, dimulai dari kecakapan dalam mengelola aset dan modal di tingkat rumah tangga.
“Kedaulatan ekonomi yang sebenarnya justru dijaga di tempat-tempat yang jarang disorot, seperti dapur rumah tangga dan lapak para pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan mengelola keuangan, menabung, hingga kemampuan mengakses lembaga pembiayaan formal menjadi sebuah keharusan agar masyarakat tidak terjebak pada skema keuangan digital yang merugikan atau investasi ilegal,” ujar Anggia Ermarini.
Lebih lanjut, politisi Fraksi PKB ini mengapresiasi langkah Bank Mandiri selaku bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terus menyempurnakan konsep pembiayaan bagi pelaku usaha. Konsep modal usaha yang ditawarkan didesain dengan skema yang ramah, bunga yang terjangkau, dan prosedur yang tidak memberatkan. Konsep ini dinilai sangat menjawab tantangan modal yang sering dihadapi oleh UMKM saat ingin menaikkan kelas usahanya.
“Kami di Komisi VI DPR RI terus mendorong agar perbankan BUMN hadir memberikan pendampingan yang tuntas. UMKM tidak hanya butuh sosialisasi di atas kertas atau modal mentah, melainkan pendampingan berkelanjutan agar pembiayaan yang diberikan benar-benar produktif dan membawa kesejahteraan yang nyata,” imbuh Anggia dalam wawancara setelah kegiatan.
Di sisi lain, perwakilan Bank Mandiri, Huda Yohana Putra menjelaskan komitmen korporasi dalam mendorong inklusi keuangan nasional. Bank Mandiri menawarkan berbagai instrumen pembiayaan inklusif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUM) yang dirancang berdasarkan kapasitas pembayaran pelaku usaha kecil secara bertanggung jawab.
“Lewat program pendampingan inklusif, perbankan berharap pembiayaan ini tidak sekadar menjadi beban utang, tetapi bertransformasi menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi yang sehat bagi masyarakat,” jelas Huda.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta yang didominasi oleh pelaku UMKM diharapkan bisa naik kelas dan dapat segera mempraktikkan perencanaan keuangan yang terstruktur serta memanfaatkan akses pembiayaan formal dari Bank Mandiri untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan taraf hidup keluarga. (Ef)




