Madutv Tulungagung.
Suasana Ramadhan yang penuh berkah terus terasa dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Paradise yang diselenggarakan di Pondok Pesantren MADU KH. Ahmad Badjuri Campurdarat. Pada kesempatan kali ini, kajian mengangkat tema “Meraih Berkah Nuzulul Qur’an”, dengan menghadirkan Izzul Muttaqin sebagai pemateri utama.
Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan mulai pukul 16.45 WIB hingga menjelang Magrib, menghadirkan suasana spiritual yang mendalam bagi para santri dan jamaah yang hadir.

Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan mulai pukul 16.45 WIB hingga menjelang Magrib, menghadirkan suasana spiritual yang mendalam bagi para santri dan jamaah yang hadir.
Acara semakin khidmat dengan iringan lantunan sholawat dari PAC Fatayat Ngunut El Zadtha, yang bersama para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren MADU KH. Ahmad Badjuri Campurdarat melantunkan pujian kepada Rasulullah ﷺ, menambah kekhusyukan menjelang waktu berbuka puasa.
Program Ramadhan Paradise ini juga disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi swasta terestrial digital MaduTV Nusantara pada kanal Jatim 1 dan Jatim 7, serta melalui MDS FM Tulungagung pada frekuensi 91,3 MHz, sehingga pesan-pesan keilmuan dan spiritual Ramadhan dapat menjangkau masyarakat luas.
Nuzulul Qur’an: Saat Langit Berdialog dengan Bumi
Dalam pemaparannya, Ustadz Izzul Muttaqin menjelaskan bahwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar peringatan turunnya kitab suci, tetapi momentum spiritual bagi umat Islam untuk kembali mendekat kepada Al-Qur’an secara lahir dan batin.
Beliau mengutip hikmah dari Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari:
“Bagaimana mungkin hati bisa bersinar, sedangkan bayangan dunia masih terpantul dalam cerminnya?”
Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa keberkahan Al-Qur’an tidak hanya diraih dengan membacanya secara lisan, tetapi juga dengan membersihkan hati dari kelalaian dan keterikatan dunia.
Dari Tilawah Menuju Perubahan Perilaku
Menurut beliau, seorang salik atau pencari jalan menuju Allah tidak cukup hanya mengkhatamkan Al-Qur’an secara bacaan. Keberkahan sejati dari Nuzulul Qur’an adalah ketika ayat-ayat Al-Qur’an mulai “hidup” dalam perilaku sehari-hari.
Al-Qur’an seharusnya menjadi penuntun kehidupan yang:
menuntun hati menuju keikhlasan,
membimbing akhlak menjadi lebih mulia,
serta mengarahkan manusia menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Dalam perspektif tasawuf, membaca Al-Qur’an tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati yang hadir dan jiwa yang tunduk kepada kebenaran wahyu.
Menjadikan Al-Qur’an sebagai Wirdul Qulub
Dalam sesi Ramadhan Paradise ini, para santri dan jamaah diajak untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai Wirdul Qulub, yakni wirid yang hidup di dalam hati. Artinya, ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi direnungi, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan.
Dengan cara inilah keberkahan Al-Qur’an tidak hanya dirasakan pada bulan Ramadhan saja, tetapi terus menyertai perjalanan hidup seorang mukmin dalam setiap langkah dan hembusan nafasnya.
Melalui kegiatan Ramadhan Paradise ini, Pondok Pesantren MADU KH. Ahmad Badjuri terus berupaya menanamkan nilai-nilai spiritual Al-Qur’an kepada para santri dan masyarakat luas, agar kitab suci tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi hati dan kehidupan.
Semoga keberkahan Nuzulul Qur’an menjadikan kita semua hamba yang semakin dekat kepada Allah SWT, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun jalan menuju Ma’rifatullah. 🌙📖







