spot_img
Trending
Sabtu, Juni 6, 2026
Beranda BERITA UTAMA Berawal dari Akar Jati, Seniman Madiun Ciptakan Ukiran Bernilai Tinggi

Berawal dari Akar Jati, Seniman Madiun Ciptakan Ukiran Bernilai Tinggi

9
Foto : Yoyok Supriadi, warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun,seniman kriya kayu saat membuat ukiran relief.

MADUTV, MADIUN – Ketekunan dan kecintaan terhadap seni telah mengantarkan Yoyok Supriadi, warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, menjadi seniman kriya kayu yang karyanya dikenal luas. Selama 25 tahun terakhir, pria berusia 55 tahun ini mengabdikan hidupnya untuk menciptakan berbagai karya ukir dan alat musik berbahan kayu dengan nilai seni tinggi.

Di rumah sekaligus bengkel kerjanya di Jalan Tanjung Raya II, suara ketukan pahat dan serpihan kayu menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Berawal dari ketertarikannya terhadap gembol akar kayu jati yang memiliki bentuk alami dan karakter unik, Yoyok mulai belajar mengolah kayu menjadi karya seni bernilai estetis.

Meski tidak memiliki pendidikan seni secara formal, Yoyok mengasah kemampuannya secara otodidak. Melalui proses panjang dan pengalaman bertahun-tahun, ia belajar memahami karakter berbagai jenis kayu serta teknik pemahatan yang menghasilkan detail-detail artistik.

“Yang paling penting dalam pekerjaan ini adalah kesabaran dan ketelatenan. Setiap kayu memiliki karakter berbeda sehingga harus diperlakukan dengan cara yang berbeda pula,” ujarnya.

Keahlian yang dimiliki Yoyok membuat karya-karyanya memiliki nilai jual tinggi. Untuk satu proyek ukiran kayu, ongkos pengerjaan dapat mencapai Rp30 juta,tergantung tingkat kerumitan desain, ukuran, dan detail ukiran yang diinginkan pelanggan. Nilai tersebut belum termasuk biaya bahan baku kayu.

Proses pengerjaan yang masih dilakukan secara manual menggunakan alat pahat menjadi salah satu faktor yang menentukan harga sebuah karya. Tidak jarang, satu proyek membutuhkan waktu pengerjaan hingga berbulan-bulan untuk menghasilkan hasil yang maksimal.

Beragam karya telah dihasilkan Yoyok, mulai dari kaligrafi, gebyok, ornamen interior rumah, hingga berbagai produk dekoratif berbahan kayu. Tak hanya itu, ia juga memiliki kemampuan membuat alat musik tradisional maupun modern berbahan kayu seperti gitar, cello, kecapi, dan biola.

Setiap karya dibuat melalui tahapan yang panjang, mulai dari pemilihan bahan, pembentukan, pemahatan, hingga proses finishing. Ketelitian dalam setiap tahap menjadi kunci untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Kini, karya-karya Yoyok telah diminati berbagai kalangan, baik untuk kebutuhan dekorasi rumah maupun proyek seni bernilai tinggi. Perjalanan panjangnya selama seperempat abad menjadi bukti bahwa kreativitas, ketekunan, dan semangat belajar mampu melahirkan karya seni yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (Rie)