
MADUTV, MADIUN – Suasana haru dan bahagia menyelimuti kedatangan jamaah haji asal Kota Madiun yang tiba di Asrama Haji kota Madiun pada Minggu dini hari, 7 Juni 2026. Ratusan jamaah yang tergabung dalam Kloter SUB 22 itu baru saja menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Kedatangan para jamaah disambut antusias oleh keluarga yang telah menunggu sejak malam hari di lokasi penjemputan. Tangis haru, pelukan hangat, dan ucapan syukur mewarnai momen pertemuan kembali antara jamaah dengan keluarga mereka setelah berpisah lebih dari satu bulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun,F Bagus Panuntun, turut hadir menyambut kepulangan para jamaah. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah dalam keadaan selamat dan berharap seluruh jamaah menjadi haji dan hajah yang mabrur.
Dari total 227 jamaah haji asal Kota Madiun yang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026, sebanyak 225 jamaah berhasil kembali bersama rombongan. Sementara dua jamaah tidak dapat pulang bersama kloter.
Satu jamaah, Djurianto (59), warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi setelah menjalankan rangkaian ibadah haji. Kabar duka tersebut sebelumnya telah diterima oleh keluarga dan pemerintah setempat.Sedangkan seorang jamaah lainnya, Yetty, warga Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, hingga kini masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi sehingga belum dapat dipulangkan bersama rombongan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun, Datik Ardiyah, mengatakan pihak penyelenggara haji terus memantau perkembangan kondisi kesehatan jamaah yang masih dirawat dan berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat.
Meski terdapat satu jamaah yang meninggal dunia dan satu jamaah yang masih dirawat, proses pemulangan jamaah haji asal Kota Madiun secara keseluruhan berjalan lancar.
Para jamaah yang telah tiba mengaku bersyukur dapat menunaikan rukun Islam kelima dan kembali ke tanah air dengan selamat. Kepulangan mereka menjadi akhir dari perjalanan ibadah yang panjang sekaligus awal untuk mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dalam kehidupan sehari-hari. (Rie)




