Menkeu Menyebut Kinerja APBN 2023 Luar Biasa

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar konferensi pers realisasi dan kinerja APBN 2023 di Gedung Kementerian Keuangan pada 10 Januari 2024. Dalam penutupan anggaran baru-baru ini, Menkeu dengan tegas menyebut kinerja APBN 2023 sebagai luar biasa.

Pada konferensi tersebut, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyoroti capaian positif APBN 2023 yang tidak hanya mampu memperkuat kondisi fiskal negara tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Pemerintah berhasil menangani dan mengatasi pandemi dengan baik, sehingga saat ini ekonomi telah pulih dan masyarakat semakin diperkuat, seiring dengan ketahanan APBN yang semakin kuat.

Menkeu menguraikan realisasi pendapatan negara sebesar Rp2.774,3 triliun, mencapai 112,6 persen dari target APBN 2023 atau 105,2 persen dari Perpres 75/2023. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,3 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2022. Dari total pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp2.155,4 triliun, melebihi target APBN 2023 sebesar 106,6 persen atau 101,7 persen dari Perpres 75/2023, dengan pertumbuhan kuat sebesar 5,9 persen dari realisasi tahun 2022.

Penting untuk dicatat bahwa pencapaian ini berhasil diraih di tengah gejolak ekonomi global yang sangat dinamis dan termoderasi harga komoditas. Sementara itu, belanja negara pada tahun 2023 juga mengalami percepatan sebagai bentuk dukungan APBN terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, pelaksanaan kebutuhan agenda pemilu 2024, serta penanggulangan dampak El Nino dan stabilisasi harga.

Dalam konteks ini, APBN memberikan dukungan yang sangat kuat terhadap belanja negara, bahkan realisasinya melampaui 100 persen. Menkeu menyampaikan bahwa capaian ini menandai kontribusi positif APBN 2023 dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di Indonesia.