Campurdarat, Tulungagung — Memasuki hari ke-10 pelaksanaan Ramadhan Paradise, semangat spiritual semakin terasa di Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri Campurdarat. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap sore pukul 16.45 WIB hingga menjelang Magrib ini terus diikuti dengan penuh antusias oleh para santri putra-putri Pondok Pesantren Salafiyah MADU KH Ahmad Badjuri dan jamaah masyarakat.
Suasana religius semakin khidmat dengan iringan sholawat dari grup Qiwamuddiyanah – Kalidawir (PAC Kecamatan Kalidawir) serta lantunan sholawat dari PAC Pakel – Mar’atus Sholihah. Harmoni sholawat yang menggema menghadirkan ketenangan batin sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sebelum memasuki sesi kajian inti.
Acara yang dipandu oleh host Siti Saudah, S.H.I.,M.Pd.I menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. H. M. Muntahibun Nafis, M.Ag, dengan tema:
“Menggali Makna Puasa Sebagai Sarana Menanamkan Nilai Ketuhanan dalam Jiwa.”
Dalam pemaparannya, Prof. Nafis menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan proses pendidikan spiritual yang mendalam. Puasa melatih kejujuran hati, kesadaran akan pengawasan Allah, serta kedisiplinan dalam menjaga niat dan perilaku.
“Puasa adalah madrasah
ketuhanan. Ia mendidik jiwa agar senantiasa merasa dekat dengan Allah, bahkan dalam kesendirian,” ungkap beliau.
Beliau juga menjelaskan bahwa nilai ketuhanan yang tertanam selama Ramadhan harus terus dijaga dan dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepekaan ruhani yang terlatih melalui puasa diharapkan mampu melahirkan pribadi yang lebi

h sabar, rendah hati, dan peduli terhadap sesama.
Para santri putra-putri tampak mengikuti kajian dengan penuh kekhusyukan hingga menjelang waktu berbuka. Momentum hari ke-10 ini menjadi pengingat bahwa separuh perjalanan Ramadhan harus diisi dengan peningkatan kualitas ibadah dan pendalaman makna spiritual.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar setiap detik puasa menjadi langkah menuju kemurnian hati dan kedewasaan spiritual.
Ramadhan Paradise terus menjadi ruang pembinaan iman dan karakter, meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan ruhani yang menanamkan nilai ketuhanan dalam jiwa generasi penerus bangsa.







