Campurdarat, Tulungagung — Memasuki hari kedua pelaksanaan Ramadhan Paradise, suasana spiritual kian terasa di Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri Campurdarat. Kegiatan yang digelar rutin setiap sore pukul 16.45 WIB hingga menjelang Magrib ini diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh para santri putra-putri Pondok Pesantren Salafiyah MADU KH Ahmad Badjuri serta jamaah masyarakat sekitar.
Rangkaian acara semakin syahdu dengan iringan sholawat dari grup PAC Ngunut_As Shofia. Lantunan hadrah yang menggema di aula pesantren menghadirkan suasana haru dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, sekaligus mengantarkan jamaah memasuki sesi kajian dengan hati yang lebih tenang.
Dalam tema besar “Menjadi Pribadi yang Inspiratif (Sunnatan Hasanatan)”, narasumber utama M. Muntahibun Nafis menyoroti pentingnya keikhlasan sebagai ruh dari setiap amal ibadah.

Mengangkat subtema “Mengapa Lelah Beribadah Jika Tanpa Keikhlasan? Mari Menata Ulang Hati di Bulan Ramadhan”, beliau menegaskan bahwa ibadah bukan sekadar aktivitas fisik atau rutinitas tahunan, melainkan perjalanan batin menuju ridha Ilahi.
“Amal tanpa keikhlasan ibarat jasad tanpa ruh. Ramadhan adalah momentum untuk membersihkan niat, agar setiap ibadah bernilai abadi di sisi Allah,” tutur beliau di hadapan jamaah.
Beliau juga menjelaskan bahwa konsep Sunnatan Hasanatan bukan hanya tentang memulai tradisi kebaikan, tetapi memastikan bahwa kebaikan itu lahir dari hati yang tulus. Sebab hanya amal yang ikhlas yang mampu menginspirasi dan menjadi jejak pahala jariyah yang terus mengalir.
Para santri putra-putri tampak antusias mengikuti kajian hingga menjelang waktu berbuka. Momentum sore hari yang hening menjadikan nasihat tentang keikhlasan terasa lebih mendalam, seakan menjadi ajakan refleksi bagi setiap pribadi untuk menata ulang hati.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar setiap detik ibadah di bulan suci ini benar-benar bernilai di sisi Allah SWT dan melahirkan pribadi-pribadi inspiratif yang mampu merintis jejak kebaikan di tengah masyarakat.
Ramadhan Paradise bukan sekadar kajian, tetapi gerakan pembinaan hati—menguatkan niat, menjaga keikhlasan, dan membangun generasi yang berakhlak serta memberi teladan dalam kebaikan.







