Beranda EKONOMI LPS Ajak Generasi Muda Cerdas Kelola Keuangan dan Waspadai Jebakan Finansial Digital
SURABAYA, MADUTV NUSANTARA – Tingginya inklusi keuangan di Indonesia belum sebanding dengan literasi keuangan masyarakat. Akibatnya, generasi muda rentan terjerat risiko keuangan digital seperti belanja impulsif, pinjol ilegal, hingga judi online.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution dalam kuliah umum di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, literasi keuangan Indonesia baru 69,5 persen, sementara inklusi keuangan sudah 93,6 persen. Artinya, banyak masyarakat sudah pakai produk keuangan digital, tapi belum paham risikonya.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, di hadapan ratusan mahasiswa UNESA Surabaya.
Kuliah umum berlangsung di UNESA Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026.
Farid menyoroti maraknya judi online, termasuk taruhan olahraga (sport betting) yang menyasar Gen Z. Mengutip data Bloomberg, 52 persen responden pernah mengalihkan dana investasi ke taruhan olahraga, dan 26 persen menganggapnya sebagai strategi keuangan jangka panjang.
“Sebagian besar masyarakat sudah memiliki smartphone dan mudah mengakses produk keuangan digital. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai risiko,” ujar Farid.
Farid menekankan pentingnya menabung sebagai fondasi. Prinsipnya: “sisihkan, bukan sisakan”.
Ada tiga kebiasaan yang dibagikan:
1. Menyisihkan dana rutin untuk tabungan dan dana darurat.
2. Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
3. Membangun tabungan tidak berwujud: karakter, ilmu, dan relasi positif.
“Tabungan tidak hanya berupa uang, tetapi juga bekal diri yang sangat berharga untuk masa depan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, LPS dan UNESA juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengembangan Kompetensi, Penelitian, dan Sosialisasi terkait Fungsi, Tugas, dan Wewenang LPS. Kerja sama ini untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa soal pengelolaan keuangan dan peran LPS. (Red/Efendi)