spot_img
Trending
Jumat, Oktober 16, 2026
Beranda EKONOMI Libatkan 2.500 Siswa, PT.BLK, ICA dan Arsy Gas ‘Masa Besar’

Libatkan 2.500 Siswa, PT.BLK, ICA dan Arsy Gas ‘Masa Besar’

39

Kediri, Madutv Nusantara – Suasana tak biasa terlihat di SMK Kartanegara Wates Kabupaten Kediri Jawa Timur. Bersamaan moment Peringatan Hari Pelajar Sedunia di Kabupaten Kediri SMK Kartanegara menggelar aksi kolaboratif bertajuk “Satu Sekolah Sejuta Cerita” bersama Indonesia Chef Association (ICA) dan PT Berkah Langgeng Kencana (BLK), Rabu (15/10/2026).

Kolaborasi tersebut dikemas dalam program unggulan “Masa Besar” atau Makan Sembari Beramal Bersama.

Program yang melibatkan setidaknta 2.500 pelajar ini menjadi ajang belajar kuliner sekaligus berbagi.

Direktur Operasional PT Berkah Langgeng Kencana, Kevin Eriko Purnomo Junaedi, mengatakan kegiatan ini bukan kali pertama. Kolaborasi antara PT BLK, ICA, dan dunia pendidikan sudah terjalin sejak 2024.

“Hubungan BLK sama ICA ini keberlanjutan dari tahun 2024. Sebelumnya kita juga sudah kolaborasi dengan salah satu radio swasta di Kota Kediri untuk acara amal, dan kompetisi Dandang Mas di tahun 2025,” ujar Kevin di sela kegiatan.

Menurut Kevin, pemilihan SMK Kartanegara Wates bukan tanpa alasan. Sebagai lulusan SMK, ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan dunia vokasi.

“Saya sebelumnya merupakan lulusan SMK dan saya merasa lulusan SMK itu punya koneksi tersendiri dengan saya,” katanya.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, program Masa Besar memiliki misi besar. Selain sebagai bentuk CSR perusahaan, kegiatan ini menjadi kampanye untuk memperkuat posisi tata boga di lingkungan SMK.

“Kita melihat ada ekstrakurikuler tata boga di sini. Ini jadi peluang bagi kita untuk kolaborasi dengan dunia pendidikan. Tujuannya agar jurusan tata boga ini bisa naik level dan dipertimbangkan untuk benar-benar dibuka di SMK Kartanegara Wates,” jelas Kevin.

Untuk menu hari ini, para siswa dan chef dari ICA menyajikan dua menu andalan: Ayam Smoke dan Nasi Goreng Hongkong. Siswa tidak hanya menonton, tapi terlibat langsung dalam proses pengolahan hingga penyajian.

Kevin menambahkan, kolaborasi ini juga membuka pintu karier bagi siswa. Saat ini sudah ada siswa SMK Kartanegara Wates yang menjalani sistem magang di perusahaannya.

“Tidak menutup kemungkinan akan membuka peluang di sektor-sektor baru ke depannya. Dunia SMK itu tidak terbatas otomotif saja, ranah tata boga, pelayanan, dan servis bisa jadi ujung tombak pendidikan beberapa tahun ke depan,” tegasnya.

Kolaborasi ini juga didukung oleh sisi industri. PT Berdikari Jaya Kencana sebagai manufaktur yang memproduksi sabun cuci piring merek Glowset turut ambil bagian. Produk yang didistribusikan oleh mitra bisnisnya ini diklaim memiliki daya bersih efektif, kualitas bersaing dengan merek terkenal, namun tetap terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah.

“Kegiatan ini sebagai sarana industri, promosi, dan penyaluran tenaga kerja. Kami ingin mengembangkan produk yang awalnya dari skala UMKM agar lebih besar, sekaligus membuka peluang kerja bagi anak-anak SMK yang memang sudah siap kerja,” ujar Direktur Utama PT Berdikari Jaya Kencana, Bahrul Yusri Hakim.

Sementara itu, Kepala SMK Kartanegara Wates, Pujiono, S.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kegiatan ini menciptakan suasana dan wawasan baru bagi siswa agar lebih berprestasi.

Pujiono menjelaskan, sekolahnya saat ini memiliki total 2.336 siswa dari 7 kompetensi keahlian, yakni TKR, TSM, DKV, TKJ, Layanan Kesehatan, Teknik Pengelasan, dan Teknik Permesinan.

Untuk menjawab animo siswa terhadap dunia kuliner, sekolah membuka 13 ekstrakurikuler, dan Tata Boga menjadi yang paling diminati.

“Minat anak-anak luar biasa. Ekstrakurikuler Tata Boga yang kita gandeng bersama Bu Dinar dan diadakan setiap hari Sabtu ini peminatnya lebih dari 170 anak, laki-laki dan perempuan. Ini yang sedang kita evaluasi tahun ini dengan harapan ke depan bisa membuka jurusan Tata Boga,” ungkap Pujiono.

Melalui program Masa Besar, SMK Kartanegara Wates membuktikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya soal keterampilan teknik, tetapi juga soal kepedulian, kolaborasi industri, dan kepekaan terhadap peluang masa depan. (Ef)