KPK Sampaikan Permintaan Maaf Soal Perkara Pungli Rutan KPK

JAKARTA, MADU TV – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, mewakili jajaran pimpinan KPK menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait kasus pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang KPK. Penyampaian permintaan maaf ini dilakukan di Gedung Juang KPK, Jakarta, pada Jumat (15/03/2024).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan dan menetapkan 15 pegawainya sebagai tersangka dalam kasus pungli di Rutan cabang KPK.

Para tersangka tersebut meliputi Kepala Rutan KPK saat ini, Achmad Fauzi, mantan petugas Rutan KPK Hengki, mantan Plt Kepala Rutan KPK Deden Rochendi, petugas Rutan KPK Ristanta, petugas Rutan KPK Ari Rahman Hakim, petugas Rutan KPK Agung Nugroho, mantan petugas Rutan KPK Eri Angga Permana, petugas Rutan KPK Muhammad Ridwan, dan petugas Rutan KPK Suharlan. Selain itu, ada lima petugas Rutan KPK lainnya, yaitu Suharlan, Ramadhan Ubaidillah, Mahdi Aris, Wardoyo, Muhammad Abduh, dan Ricky Rachmawanto.

Besaran uang untuk mendapatkan layanan-layanan tersebut bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp20 juta yang kemudian disetorkan secara tunai maupun melalui rekening bank penampung. Besaran uang yang diterima para tersangka juga bervariasi sesuai dengan posisi dan tugasnya, yang dibagikan per bulan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp10 juta.

Selama rentang waktu 2019-2023, jumlah uang yang diterima para tersangka mencapai sekitar Rp6,3 miliar. Masih akan dilakukan penelusuran serta pendalaman kembali untuk aliran uang maupun penggunaannya.

Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menegaskan bahwa KPK akan terus melakukan upaya pemberantasan korupsi dan tidak akan berkompromi terhadap pelaku korupsi, termasuk di dalamnya para pegawai KPK sendiri.

“Saat ini KPK telah mengambil tindakan tegas terhadap para tersangka dan akan terus mendalami kasus ini secara menyeluruh,” ungkap Nurul Ghufron.