spot_img
Trending
Selasa, September 29, 2026
Beranda EKONOMI Kekeringan Meluas di Probolinggo, BPBD Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih ke...

Kekeringan Meluas di Probolinggo, BPBD Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih ke Tiga Dusun

2

PROBOLINGGO, MADUTV NUSANTARA — Krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan 24 ribu liter air bersih ke tiga dusun pada Ahad, 27 September 2026.

Distribusi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo sejak pukul 11.11 hingga 15.17 WIB. Bantuan diberikan menyusul menurunnya ketersediaan sumber mata air bersih serta terganggunya pasokan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama beberapa hari. Sebanyak 12 ribu liter air disalurkan ke Dusun Koncean, Desa Jurangjero, Kecamatan Gading. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga di RT 07 dan RT 08 RW 03.

Di wilayah itu, terdapat puluhan kepala keluarga yang terdampak kesulitan air bersih. Data BPBD mencatat jumlah penerima mencapai 78/87 kepala keluarga dengan total 235/217 jiwa.
Distribusi berikutnya dilakukan di Dusun Tanggulasih, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan. Sebanyak 6.000 liter air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan 27 kepala keluarga atau sekitar 81 jiwa.

Sementara itu, 6.000 liter air bersih lainnya disalurkan ke Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 112 kepala keluarga dengan jumlah 336 jiwa.
Untuk mendistribusikan bantuan, BPBD Kabupaten Probolinggo mengerahkan dua unit truk tangki yang masing-masing memiliki kapasitas 6.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan tekanan akibat kekeringan mulai terasa di sejumlah kecamatan. Menurut dia, beberapa wilayah yang sebelumnya belum terdampak kini mulai melaporkan kesulitan memperoleh air bersih.

“Kondisi kekeringan terus meluas ke wilayah-wilayah baru. Sumber mata air yang biasanya menjadi andalan warga kini debitnya semakin menurun, bahkan mengering. Ditambah lagi terganggunya pasokan dari PDAM, sehingga beban warga semakin berat,” ujar Oemar pada Senin, 28 September 2026.

Oemar mengatakan BPBD akan memperluas pemantauan ke desa-desa yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Pemantauan diperlukan agar bantuan dapat segera dikirim ketika kondisi warga mulai mengalami kesulitan.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Tim kami terus berkeliling memantau kondisi di lapangan. Jika ada desa lain yang mulai kesulitan air bersih, kami siap segera menyalurkan bantuan,” kata dia.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kondisi kekurangan air kepada pemerintah desa atau BPBD. “Kami mohon warga untuk tidak ragu melapor ke pemerintah desa atau langsung ke kantor BPBD jika sudah sulit mendapatkan air bersih,” ujar Oemar. (Gus)