Kejagung Tetapkan Helena Lim Sebagai Tersangka Korupsi Tata Niaga Timah

JAKARTA , MADU TV – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan Helena Lim, selaku manajer PT QSE, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Kuntadi, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang cukup, tim penyidik telah meningkatkan status satu orang saksi menjadi tersangka, yaitu Helena Lim.

Menurut Kuntadi, perbuatan tersebut dilakukan dengan memberikan sarana dan fasilitas kepada para pemilik smelter dengan dalih menerima atau menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Dengan penetapan ini, total sudah ada 15 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang merugikan negara akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan senilai Rp271,06 triliun.

Helena Lim diduga melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 KUHP.

Selanjutnya, tersangka Helena Lim dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 26 Maret 2024 hingga 14 April 2024.