Campurdarat, Tulungagung – Fajar yang baru merekah di lingkungan Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri Campurdarat selalu diiringi dengan lantunan doa dan semangat menuntut ilmu. Setiap hari Senin ba’da Subuh, para santri dengan penuh khidmat mengikuti Kajian Rutin Kitab Tanqih al-Qaul yang diasuh langsung oleh Pengasuh Pondok, KH. Ali Mubarok Badjuri.
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan pesantren dalam memperkuat pemahaman santri terhadap khazanah keilmuan Islam klasik (turats), sekaligus membangun karakter dan akhlak mulia sejak dini hari.
📖 Mengkaji Hikmah dalam Tanqih al-Qaul
Kitab Tanqih al-Qaul dikenal sebagai salah satu kitab yang sarat dengan nasihat, adab, dan tuntunan moral dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaiannya, KH. Ali Mubarok Badjuri menjelaskan makna teks demi teks dengan pendekatan yang mendalam namun mudah dipahami oleh para santri.
Beliau tidak hanya membaca dan menerjemahkan, tetapi juga mengaitkan isi kitab dengan realitas kehidupan modern, sehingga nilai-nilai klasik tetap relevan dengan tantangan zaman.
“Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diamalkan. Subuh adalah waktu terbaik menanamkan keberkahan ilmu,” dawuh beliau dalam salah satu sesi kajian.
Para santri tampak serius menyimak, kitab kuning terbuka di hadapan mereka, pena siap mencatat setiap penjelasan penting dari sang kiai.
🎙️ Disiarkan Langsung di Radio MDSFM Tulungagung 91.3 MHz
Menariknya, kajian rutin ini tidak hanya dinikmati oleh santri di lingkungan pesantren, tetapi juga oleh masyarakat luas. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui Radio MDSFM Tulungagung pada frekuensi 91.3 MHz.
Melalui siaran radio, dakwah subuh menjangkau pendengar di berbagai wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Banyak masyarakat yang menjadikan momen ini sebagai teman spiritual di awal pekan, sembari mempersiapkan aktivitas harian.
🌄 Menanam Disiplin dan Keberkahan Ilmu
Kajian Subuh setiap Senin ini bukan sekadar rutinitas, melainkan latihan kedisiplinan ruhani. Bangun lebih awal, menjaga wudhu, sholat berjamaah, lalu duduk bersila menimba ilmu – semua itu membentuk karakter santri yang tangguh dan istiqamah.
Tradisi ba’da Subuh mengaji merupakan warisan pesantren salaf yang terus dijaga. Di sinilah keberkahan ilmu diyakini turun, saat suasana masih hening dan hati dalam keadaan bersih.
🌿 Menghidupkan Tradisi Pesantren
Melalui kajian Tanqih al-Qaul, Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri Campurdarat meneguhkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren yang berakar kuat pada sanad dan adab.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar formal, tetapi pusat pembinaan akhlak dan penguatan spiritual umat. Dengan dukungan siaran radio, sinergi antara pesantren dan media dakwah semakin memperluas manfaat ilmu.
Semoga kajian rutin ini terus istiqamah, melahirkan generasi santri yang alim, beradab, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat. 🌅📖







