Kabupaten Kediri Tinggi Kasus DBD dan Terindikasi KLB

KEDIRI, MADU TV – Angka kasus DBD di Kabupaten Kediri mencapai 158 kasus, dengan 2 meninggal dunia. Dari Januari hingga Maret 2024, kasus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini mencapai puncaknya.

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kediri di awal tahun 2024 terbilang tinggi. Mulai Januari hingga Maret 2024, angka kasus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini mencapai 158 kasus. Dari total jumlah kasus tersebut, dua di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Dr. Bambang Triyono Putro, mengungkapkan bahwa angka kasus DBD pada awal tahun 2024 terbilang tinggi. Jumlah kasus di awal tahun 2024 ini lebih tinggi dibandingkan dengan awal tahun 2023, yang hanya terdapat 132 kasus.

Menurut Bambang, dengan tingginya kasus DBD ini, masyarakat diimbau agar senantiasa waspada dan tanggap akan kebersihan lingkungan. Langkah yang paling tepat untuk mengantisipasi kasus DBD adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Dalam kesempatan wawancara, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengungkapkan lebih lanjut bahwa persentase angka bebas jentik nyamuk di Kabupaten Kediri dinilai belum masuk dalam kategori ideal. Dari angka ideal 95 persen, Kabupaten Kediri mendapatkan nilai sebesar 80 persen. Semakin rendah angka bebas jentik, potensi DBD akan semakin tinggi.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri senantiasa meningkatkan sosialisasi dan mengajak seluruh unsur pemerintahan, termasuk hingga di tingkat kecamatan dan desa, untuk sama-sama memberantas sarang nyamuk dan menjaga lingkungan sekitar dengan cara 3M Plus, yaitu menguras, mengubur, dan mendaur ulang berbagai barang yang menyebabkan potensi berkembangnya nyamuk.

Wartawan : Efendi Muhtar | Editor : Riaza Romy