spot_img
Trending
Senin, Juni 29, 2026
Beranda PEMERINTAHAN Gus Haris di Apel Akbar PCNU Kraksaan: NU Rumah Besar Persatuan dan...

Gus Haris di Apel Akbar PCNU Kraksaan: NU Rumah Besar Persatuan dan Pengabdian Umat

6

MADUTV, PROBOLINGGO – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti Apel Akbar Kader Penggerak PCNU Kraksaan di kawasan Wisata Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan itu menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kaderisasi di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi.

Apel dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan, serta pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari 14 MWC di 13 kecamatan wilayah PCNU Kraksaan.

Sejumlah tokoh NU turut hadir, antara lain Mustasyar PWNU Jawa Timur KH Zuhri Zaini, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hanan, Ketua PCNU Kraksaan KH Hafidzul Hakim Noor, Katib PCNU Kraksaan KH Hasan Ahsan Malik, Muhammad Hassan Naufal, serta Habib Anis dari Jam’iyatul Qurro wal Huffazh.

Katib PCNU Kraksaan KH Hasan Ahsan Malik yang bertindak sebagai pembina apel mengatakan tantangan dakwah di era modern semakin kompleks. Menurut dia, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi menuntut kader NU memiliki akidah yang kuat, wawasan yang luas, serta kemampuan menjawab persoalan masyarakat.

“Kader NU harus tetap berpegang pada paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah, terus memperdalam ilmu, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, dan memahami perkembangan zaman agar mampu memberikan solusi bagi umat,” katanya.
Ia menegaskan kehormatan seorang kader tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh kesetiaan dan keikhlasan dalam melayani masyarakat.

“Semakin besar amanah yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab untuk berkhidmat. Kehormatan seorang kader bukan terletak pada jabatan, tetapi pada kesetiaan dan keikhlasannya melayani umat,” ujar Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Haris memilih menyampaikan sambutan melalui sebuah puisi yang ditulisnya sebelum menghadiri acara. Melalui bait-bait puisi tersebut, ia menggambarkan Nahdlatul Ulama sebagai rumah besar umat Islam yang selama ini menjadi tempat tumbuhnya nilai keilmuan, adab, persaudaraan, dan kecintaan kepada bangsa.

“Bukan sekadar nama yang terukir sejarah, tetapi doa-doa yang menjelma langkah. Bukan sekadar organisasi, melainkan rumah, tempat jutaan hati pulang. Untuk mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai sesama manusia,” ucap Gus Haris.

Ia juga menyebut NU sebagai pohon besar yang tumbuh dari perjuangan para ulama, dipelihara dengan keikhlasan para kiai dan santri, serta terus menaungi masyarakat tanpa membedakan golongan. Menurut dia, nilai-nilai yang diwariskan NU menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Selain apel, kegiatan diisi dengan istigasah, pembacaan shalawat, Tajdidul Bai’at kader yang dipimpin Wakil Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Habiburrahman, serta pembacaan pernyataan sikap program prioritas organisasi oleh Ketua PCNU Kraksaan KH Hafidzul Hakim Noor.

Pada kesempatan tersebut, PCNU Kraksaan kembali menegaskan komitmen organisasinya melalui tagline “Bangkit, Bersinergi, Bermanfaat” sebagai semangat memperkuat organisasi dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

Apel Akbar Kader Penggerak PCNU Kraksaan menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi NU agar tetap mampu menjawab tantangan zaman, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah, serta memperkuat peran organisasi dalam kehidupan bermasyarakat. (Gus)