Dua Pelaku Carok yang Menewaskan Empat Korban di Bangkalan Ditetapkan  Tersangka

Dua Pelaku Carok yang Menewaskan Empat Korban di Bangkalan Ditetapkan  Tersangka

Bangkalan – Di Bangkalan, Madura, dua pelaku yang terlibat dalam pertikaian menggunakan senjata tajam clurit atau carok tiga hari lalu, yang merenggut empat korban jiwa, telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Kedua pelaku, yang merupakan kakak beradik dengan inisial H dan W dari Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan oleh petugas.

Kejadian pertikaian dengan senjata tajam tersebut terjadi di wilayah Tanjung Bumi, Bangkalan, pada Jumat malam yang lalu. Keempat korban jiwa tewas dalam insiden tersebut, dan kedua pelaku segera diamankan oleh petugas kepolisian dan dibawa ke Mapolres Bangkalan.

Setelah menjalani pemeriksaan, petugas berhasil menetapkan kedua pelaku, H dan W, sebagai tersangka dalam kasus ini. Dalam konfrontasi dengan petugas, kedua pelaku mengakui bahwa pertikaian terjadi akibat teguran yang diberikan oleh salah seorang korban, MTJ, terhadap pelaku H saat keduanya naik motor bersama MTD.

Pelaku H merasa tersinggung karena korban melaju dengan kecepatan tinggi dan lampu depan sepeda motor menyilaukan mata pelaku. Teguran tersebut memicu cekcok, bahkan pelaku H sempat dipukul oleh korban. Ancaman dengan senjata tajam pun terjadi, dan korban-korban menantang pelaku untuk duel.

H, merasa ditantang, kembali ke rumahnya dan mengambil dua buah clurit dengan mengajak adiknya, W. Setelah tiba di lokasi, pertikaian dengan senjata tajam terjadi antara kedua pelaku dan para korban. Meskipun puluhan orang berada di lokasi kejadian, hanya lima orang yang terlibat dalam pertarungan, yaitu H dan W sebagai pelaku, serta tiga korban.

Dalam insiden tersebut, guru silat yang dikenal sebagai MTJ menjadi korban pertama yang terkena beberapa kali sabetan clurit oleh pelaku H. H kemudian mengambil clurit milik MTJ yang sudah terkapar, dan bersama adiknya, W, menghadapi korban-korban lainnya. Akibatnya, salah satu korban bernama MTDM dan satu korban lainnya bernama HFD warga Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, tewas di lokasi kejadian.

Kedua pelaku, yang tidak mengalami luka sedikit pun, telah diamankan oleh pihak kepolisian. Sejumlah barang bukti, termasuk beberapa clurit dan jaket pelaku, berhasil disita oleh petugas. Kini, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman pidana 7 hingga 20 tahun atau seumur hidup.