
BANYUWANGI – Dua kebakaran yang terjadi selama dua hari berturut-turut melanda Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, mengakibatkan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah. Kejadian tersebut bermula pada Rabu malam, di mana sebuah rumah di Desa Yosomulyo habis dilalap si jago merah. Keesokan harinya, Kamis malam, giliran pengolahan barang bekas di Desa Wringinagung yang menjadi sasaran amukan api. Beruntung, kedua peristiwa itu tidak menelan korban jiwa.
Pada Rabu malam, kebakaran melanda sebuah rumah padat penduduk di Dusun Sidomukti, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Sementara pada Kamis malam, api menghanguskan sebuah pabrik pengolahan sampah plastik bekas di Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.
Kebakaran di pabrik pengolahan sampah plastik bekas pada Kamis malam terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa itu disebabkan oleh percikan api pembakaran sampah yang berdekatan dengan area pengolahan plastik. Kobaran api dan kepulan asap tinggi terlihat meski kejadian tersebut terjadi pada malam hari. Mesin pengolahan plastik yang penuh dengan bahan mudah terbakar menjadi pemicu cepatnya penyebaran api. Sebanyak 200 kilogram plastik yang sedang dijemur juga ikut terbakar.
Beruntung, api tidak merambat ke penyimpanan utama pabrik sehingga petugas pemadam kebakaran dapat segera merespons setelah satu mobil pemadam dari sektor Genteng Banyuwangi diturunkan. Namun, kendala terjadi karena jarak tempuh yang cukup jauh dari jalan raya menuju lokasi kebakaran.
“Saat kejadian, api sudah berkobar cukup besar. Kami kesulitan mencapai lokasi karena jarak yang terbilang jauh dari jalan raya,” ujar Sutikno, Koordinator Damkar sektor Genteng.
Pada kejadian sebelumnya, malam sebelumnya, sebuah rumah padat penduduk di Dusun Sidomukti, Desa Yosomulyo, menjadi korban kebakaran. Rumah milik Sihmiati, yang tinggal bersama orang tua berusia 80 tahun, terbakar karena lilin yang diletakkan di atas kasur berbahan plastik. Lilin tersebut diduga habis, sehingga membakar lenyap plastik yang menyelimuti lilin dan kemudian menjalar ke kasur, menghanguskan seluruh rumah.
Beruntung, Sihmiati yang menyadari kebakaran tersebut pada malam hari langsung meminta pertolongan kepada tetangga. Para tetangga yang mendengar teriakan minta tolong segera berdatangan dan berhasil menyelamatkan Sihmiati beserta orang tua dan barang-barang yang dapat diselamatkan.
Suwaji, Kepala Dusun Sidomukti, mengungkapkan, “Kedua kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang cukup signifikan. Sihmiati mengalami kerugian sekitar 70 juta rupiah, sementara pabrik pengolahan plastik mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah.”







