Delegasi Republik Indonesia Untuk Kolaborasi Asean Menghadapi Tantangan Digitalisasi

MEMBANGUN ASEAN DIGITAL: DELEGASI REPUBLIK INDONESIA UNTUK KOLABORASI ASEAN MENGHADAPI TANTANGAN DIGITALISASI

Jakarta-Delegasi Republik Indonesia mengambil inisiatif penting dalam menghadapi tantangan kompleks digitalisasi dengan mendorong kolaborasi antara negara-negara ASEAN. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyiba, menyatakan bahwa upaya membangun ASEAN Digital yang inklusif dan terpercaya akan lebih mudah dengan tindak lanjut pada ASEAN Digital Masterplan (ADM) 2025. Pada (3/02/2024).

Menurut SekJen Mira Tayyiba, di tengah gejolak ekonomi makro global, ASEAN telah membuktikan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang besar. Dengan PDB gabungan mencapai USD 3,7 triliun, ASEAN menjadi per ekonomian terbesar ketiga di Asia dan per ekonomian terbesar kelima secara global.

Negara-negara ASEAN telah merumuskan beberapa strategi untuk mendorong pertumbuhan regional. Salah satunya adalah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), yang berpotensi melipatgandakan nilai ekonomi digital kawasan dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun pada tahun 2030.

Pada pertemuan 4th ASEAN Digital Ministers Meeting 2024 di Singapura, yang dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Singapura Josephine Teo dan Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital Thailand Prasert Jantararuangtong, dibahas isu-isu prioritas dalam pengembangan digitalisasi di kawasan ASEAN. Isu-isu tersebut melibatkan tata kelola kecerdasan buatan (AI), aliran data lintas batas, dan keamanan siber.

Dalam rangka menumbuhkan ekosistem digital yang inklusif dan terpercaya, Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi pada tahun 2022 dan merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada tahun 2023. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan online bagi anak-anak yang mengakses sistem elektronik.