spot_img
Trending
Sabtu, Oktober 24, 2026
Beranda PENDIDIKAN BPBD Tulungagung Gelar Pelatihan SPAB di SMP Islam KH Ahmad Badjuri, Siswa...

BPBD Tulungagung Gelar Pelatihan SPAB di SMP Islam KH Ahmad Badjuri, Siswa Disiapkan Hadapi Bencana bersama LMI

14
BPBD Tulungagung bersama FPRB dan LMI gelar Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Islam KH Ahmad Badjuri Campurdarat

Tulungagung MADUTV NUSANTARA – Rabu 21 oktober 2026 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menggelar pembukaan dan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Islam KH Ahmad Badjuri, Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu- kamis (21–22 Oktober 2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan pendidikan.

Pelatihan yang berlangsung di SMP Islam KH Ahmad Badjuri, Jalan Raya Popoh Nomor 13, Dusun Blumbang, Kecamatan Campurdarat, tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Tulungagung, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tulungagung, serta pemateri dari LAZNAS Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

Sejumlah ancaman menjadi perhatian dalam kegiatan ini, mulai dari angin puting beliung, angin kencang, gempa bumi, tsunami, hingga banjir.

Melalui pelatihan tersebut, warga sekolah dibekali pemahaman mengenai pengenalan risiko, langkah mitigasi, serta keterampilan dasar yang diperlukan untuk menghadapi situasi darurat.

Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan pelaksanaan SPAB oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tulungagung, Wulan Krisna Pratiwi, S.T. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMP Islam KH Ahmad Badjuri, H. Fadllan Achadan, S.TP., M.A., serta sambutan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, S.STP., M.M., yang sekaligus membuka secara resmi pelatihan tersebut.

Kepala SMP Islam KH Ahmad Badjuri, H. Fadllan Achadan, menyambut baik pelaksanaan program SPAB di lingkungan sekolahnya. Menurut dia, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada warga sekolah mengenai potensi ancaman bencana dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi risikonya.

“Melalui kegiatan SPAB ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai potensi ancaman bencana di lingkungan sekolah, khususnya angin puting beliung, gempa bumi, dan banjir,” kata Fadllan, rabu (21/10/2026).

Dia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” ujarnya.

Peserta Dibekali Pengetahuan Mitigasi dan Kajian Risiko Bencana

Setelah pembukaan, peserta mendapatkan materi pengenalan ancaman bencana dan upaya mitigasi yang disampaikan oleh Ketua FPRB Tulungagung, Susanto, yang juga bertugas di bidang Humanitarian Program LAZNAS LMI.

Materi tersebut membahas pentingnya mengenali ancaman bencana di sekitar lingkungan pendidikan, memahami risiko yang mungkin timbul, serta menentukan langkah-langkah untuk mengurangi dampak bencana.

Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan, peserta juga diarahkan untuk memahami pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah (Tim SIBAS). Tim tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya sekolah membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih terencana, mulai dari pengenalan risiko hingga pengorganisasian tindakan ketika keadaan darurat terjadi.

Melalui penguatan tata kelola tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya memahami ancaman bencana, tetapi juga memiliki perencanaan dan pembagian peran yang jelas dalam menghadapi situasi darurat.

Hari Kedua, Peserta Ikuti Praktik Pertolongan Darurat

Pada hari kedua, kamis (22/10/2026), rangkaian pelatihan dijadwalkan berlanjut dengan pengenalan dan praktik keterampilan dasar penanganan keadaan darurat.

Materi yang direncanakan meliputi Medical First Responder (MFR), Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru, pertolongan pertama melalui praktik balut luka dan pemasangan bidai, serta pembuatan tandu darurat menggunakan tongkat dan tali.

Pelatihan pertolongan pertama Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru bersama LMI

Peserta juga dijadwalkan mengikuti praktik pemasangan tenda besar serta pengenalan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).

Berbagai materi praktik tersebut dirancang untuk memberikan bekal keterampilan dasar kepada warga sekolah agar dapat mengenali kondisi darurat dan memahami langkah respons awal yang tepat. Pelaksanaannya tetap perlu mengutamakan keselamatan diri, korban, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.

Perkuat Budaya Siaga Bencana di Sekolah

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan salah satu upaya untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi bencana.

Penerapan SPAB diharapkan mendorong sekolah mengenali ancaman di wilayahnya, menyusun langkah mitigasi, memperkuat koordinasi, serta menyiapkan prosedur yang dapat diterapkan ketika terjadi keadaan darurat.

kolaborasi BPBD Kabupaten Tulungagung, FPRB Tulungagung, dan LAZNAS LMI, pelatihan di SMP Islam KH Ahmad Badjuri Campurdarat

Melalui kolaborasi BPBD Kabupaten Tulungagung, FPRB Tulungagung, dan LAZNAS LMI, pelatihan di SMP Islam KH Ahmad Badjuri Campurdarat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.

“Dengan pemahaman risiko dan keterampilan dasar yang memadai, warga sekolah diharapkan mampu mengambil tindakan yang lebih tepat saat menghadapi bencana sehingga risiko korban dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.” pungkasnya.