Banjir Melanda Tujuh Kecamatan Mulai Surut

BANGKALAN, MADU TV – Pasca melanda wilayah Bangkalan, Jawa Timur, banjir yang menggenangi tujuh kecamatan akhirnya mulai surut. Penanganan dan bantuan terus berlangsung, dengan Pj. Bupati Bangkalan beserta Danlaml Batuporon, petugas BPBD Jawa Timur, dan relawan turut melakukan penantauan di lokasi banjir serta memberikan bantuan makan kepada warga yang terdampak. Pada Rabu (13/03/2024).

Relawan dan petugas dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Bangkalan, dan Provinsi Jawa Timur, telah mendistribusikan berbagai keperluan logistik kepada warga yang terdampak banjir, terutama di wilayah Kecamatan Blega dan Arosbaya yang menjadi titik terluas yang terendam air banjir. Distribusi logistik ini, terutama makanan dan minuman untuk buka puasa dan sahur bagi warga yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, telah disampaikan langsung ke rumah-rumah warga serta masjid-masjid yang menjadi tempat penampungan sementara.

Selain pendistribusian logistik, petugas juga memberikan pertolongan kepada warga terdampak, khususnya dalam hal bantuan medis. Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengakui bahwa selain akibat tingginya curah hujan, banjir ini juga disebabkan oleh pasang air laut yang bersamaan, yang menyebabkan meluapnya air, terutama dari Sungai Blega. Untuk mengurangi dampak banjir, revitalisasi terhadap sungai tersebut akan segera diupayakan.

Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa pihaknya harus membagi tim dan logistik untuk penanganan banjir di Bangkalan, karena bencana ini juga sedang terjadi di beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Pj. Bupati Bangkalan, Arief Mulia Edie, menyampaikan, “Kami terus berupaya memberikan bantuan dan bantuan kepada warga yang terdampak banjir, serta melakukan langkah-langkah preventif agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.” Sementara itu, Suprapto dari BPBD Provinsi Jawa Timur menambahkan, “Kami berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan penanganan bencana ini berjalan dengan efektif dan efisien.”

Wartawan : Abraham | Editor : Riaza Romy