
Jakarta – Pemerintah sejak tahun lalu telah mengeluarkan wacana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, dengan dasar pertimbangannya untuk mengurangi emisi lingkungan. Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menekankan agar pemerintah tetap mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat jika kebijakan tersebut kelak direalisasikan.
“Sangat penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat. Kita tidak bisa mengesampingkan aspek ini dalam mengimplementasikan kebijakan penghapusan BBM Pertalite.”
Pakar ekonomi dan energi pun menilai bahwa langkah penghapusan BBM Pertalite tidak boleh diambil begitu saja tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat.
Dalam wawancara terkait, Dr. Retno Saraswati, ahli ekonomi energi dari Institut Energi dan Sumber Daya Alam (IESR), menyampaikan pandangannya.
“Ketika kita berbicara tentang penghapusan BBM Pertalite, kita harus memperhitungkan dampaknya terhadap biaya hidup masyarakat. Pemerintah perlu melakukan kajian menyeluruh agar kebijakan ini tidak memberatkan rakyat.”
Pemerintah sendiri menyatakan bahwa penghapusan BBM Pertalite merupakan langkah strategis untuk mengurangi tingkat emisi karbon dan mendukung program peningkatan kualitas udara. Namun, upaya ini harus dijalankan tanpa mengorbankan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, masyarakat punya pandangan beragam terkait wacana ini. Beberapa menyambut baik sebagai langkah progresif dalam melawan perubahan iklim, sementara yang lain khawatir akan dampaknya terhadap biaya hidup mereka.
Sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan, dialog dan konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pakar, dianggap penting untuk menyelaraskan kebijakan yang diambil dengan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
Wacana penghapusan BBM Pertalite menjadi isu yang memerlukan analisis mendalam dan pendekatan holistik, sehingga kebijakan yang dihasilkan nantinya dapat memberikan dampak positif tanpa merugikan keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.







