
MADIUN, MADUTV – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, lapak bunga musiman di Pasar Sleko, Kota Madiun, mulai ramai diserbu pembeli. Para pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan seiring tradisi masyarakat yang melakukan ziarah makam sebelum memasuki bulan puasa.
Sejak pagi hari,Senin (16/02/26)lapak ojokan penjual bunga tampak dipadati warga yang berburu bunga mawar, kenanga, dan pandan. Bunga-bunga tersebut biasanya digunakan untuk tabur saat berziarah ke makam keluarga dan leluhur sebagai bentuk doa dan penghormatan menjelang Ramadhan.
Salah satu pedagang bunga, Kasmiati, mengaku penjualan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Dalam sehari, ia bisa menjual puluhan hingga ratusan kantong bunga campuran.
“Kalau menjelang Ramadhan seperti ini memang selalu ramai. Banyak yang beli untuk ziarah. Biasanya ramai mulai seminggu sebelum puasa,” ujarnya.
Untuk harga, satu kantong plastik kecil bunga campuran dijual berkisar Rp5 ribu hingga Rp7 ribu. Sementara untuk satu nampan berisi campuran mawar, kenanga, dan pandan dijual dengan harga Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung jumlah dan kualitas bunga.
Sedangkan bunga mawar dalam jumlah besar atau satu ikat setara satu karung cabai, dijual dengan harga Rp300 ribu hingga Rp350 ribu. Harga tersebut dipengaruhi daerah asal bunga yang umumnya didatangkan dari Magetan dan Solo.
Salah satu pembeli, Retno Subandiyah, mengatakan tradisi ziarah makam menjelang Ramadhan sudah menjadi kebiasaan keluarganya setiap tahun.
“Kami biasanya ziarah bersama keluarga sebelum puasa. Sudah tradisi, sekalian mendoakan orang tua dan leluhur,” tuturnya.
Para pedagang memprediksi puncak keramaian pembeli akan terjadi pada H-1 Ramadhan. Momentum ini memang rutin terjadi setiap tahun, ketika masyarakat berbondong-bondong mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan berziarah dan berdoa bersama keluarga.
Tradisi tersebut pun membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga musiman di Pasar Sleko. (Rie)







