spot_img
Senin, Maret 9, 2026
Beranda EKONOMI Tekan Risiko Gangguan, KAI Daop 7 Percepat Pembenahan Geometri Jalur di Ngawi

Tekan Risiko Gangguan, KAI Daop 7 Percepat Pembenahan Geometri Jalur di Ngawi

13

MADIUN, MADUTV – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mempercepat pembenahan geometri jalur di sejumlah perlintasan sebidang, khususnya di wilayah Ngawi. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko gangguan perjalanan serta memastikan operasional kereta api tetap aman dan tepat waktu.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, dalam keterangannya di Madiun, Kamis (26/2/2026), menegaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memastikan operasional kereta api tetap aman, nyaman, dan tepat waktu.

“Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan krusial antara jalur KA dan jalan raya. Perawatan geometri secara rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan sangat penting untuk menjaga stabilitas lintasan serta meminimalkan risiko gangguan perjalanan,” ujar Tohari

Fokus di JPL 15 Maospati–Ngawi

Salah satu titik yang menjadi prioritas pengerjaan adalah JPL Nomor 15 di Jalan Raya Maospati–Ngawi, Desa Keras, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Lokasi ini dikenal memiliki arus lalu lintas kendaraan yang cukup padat setiap harinya.

Pembenahan geometri jalur dilakukan oleh tim Jalan Rel dan Jembatan (JJ) KAI Daop 7 Madiun, meliputi penyesuaian posisi rel, bantalan, serta pengecekan elevasi dan kelurusan jalur. Upaya ini bertujuan menjaga kenyamanan dan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan usia teknis prasarana.

Target 92 Titik Perbaikan Tahun 2026

Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah menyelesaikan perbaikan geometri di 98 titik perlintasan sebidang yang tersebar di wilayah kerjanya, meliputi Kabupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kediri, Tulungagung, dan Blitar, serta Kota Madiun, Kediri, dan Blitar.

Pada tahun 2026, program peningkatan kualitas jalur kembali dilanjutkan dengan target perbaikan di 92 titik JPL di seluruh wilayah Daop 7.

Imbauan untuk Pengguna Jalan
KAI mengakui bahwa proses pengerjaan di lapangan berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi perlintasan. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama.

Pengguna jalan diminta untuk:
Berhati-hati saat melintasi area perbaikan.

•Mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang.

•Mengikuti arahan petugas di lapangan.

•Mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang.

“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses pengerjaan berlangsung dan berterima kasih atas pengertian masyarakat,” tutup Tohari. (Rie)