Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu, Lestarikan Tari Tradisional Jawa

Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi tempat berharga bagi pecinta seni tari tradisional Jawa

CILACAP, JAWA TENGAH – Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi tempat berharga bagi pecinta seni tari tradisional Jawa. Terletak di Jalan Argosunyo Timur, Kampung Lengkong, Kelurahan Mertaslinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, rumah budaya ini tak hanya mengajarkan seni tari tradisional, tetapi juga mempertahankan warisan budaya alat gamelan tradisional Jawa.

Setiap hari Sabtu dan hari libur, Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu menjadi ajang untuk pelatihan seni tari tradisional Jawa. Dengan semangat tanpa kenal lelah, puluhan anak-anak dan remaja berdatangan, didampingi oleh orangtua mereka, untuk belajar berbagai macam seni tari Jawa. Selain itu, rumah budaya ini juga membuka peluang bagi kalangan dewasa dan generasi tua yang ingin menyalurkan hobi mereka melalui tarian.

Bambang, pendiri Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu, menjelaskan bahwa tujuan utama mereka adalah melestarikan seni tari tradisional Jawa dan alat gamelan. Meski terbatasnya sarana dan prasarana, rumah budaya ini terus berupaya agar kekayaan seni tradisional tidak punah. Menurut Bambang, keberlanjutan seni tradisional memiliki nilai-nilai yang dapat diambil untuk membentuk karakter anak bangsa.

“Sangat penting bagi kita semua untuk belajar kebudayaan tradisional karena di situlah banyak nilai-nilai yang dapat kita ambil untuk masa depan. Harapan kami adalah agar seni tradisional ini tidak punah dan karakter anak bangsa serta negara kita tetap terjaga,” ungkap Bambang Listiono, pendiri Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu.

Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu berperan sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda, memastikan bahwa kekayaan budaya Jawa terus diteruskan dan diapresiasi. Dalam upaya mempertahankan kelestarian seni tari tradisional Jawa, rumah budaya ini menjadi pelopor yang gigih dalam merawat identitas kultural yang kian terancam waktu.