
JAKARTA – Kemeriahan Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) semakin terasa di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (20/1/2024). Sebanyak ratusan ribu anggota NU memeriahkan acara tersebut, dengan partisipasi lebih dari 150.000 anggota dari 34 Pengurus Wilayah (PW), 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU, dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU dari 11 negara.
Berdasarkan perhitungan panitia Harlah ke-78 Muslimat NU, sekitar 150.000 anggota tiba di lokasi acara menggunakan 2.995 bus. Acara dimulai pada pukul 00.00 hingga 02.30 WIB dengan khataman Al Quran sebanyak 2024 kali yang dipimpin oleh Hajah Romlah Widayati. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat tahajud dan hajat berjamaah, diikuti dengan shalat subuh dan pembacaan istighatsah, tahlil, serta doa khatam Al Quran.
Pukul 06.30, acara dilanjutkan dengan nyanyian lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua Umum PP Muslimat NU, dan deklarasi komitmen kader Muslimat NU. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menekankan bahwa Nahdlatul Ulama memberikan ruang dan strategi penguatan bagi para ibu. Ia menambahkan bahwa cita-cita peradaban dimulai dari negara yang kuat, dan negara dapat kuat melalui peran ibu-ibu. “Muslimat kuat, Indonesia kuat,” tegasnya.
Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, turut menyampaikan bahwa Muslimat mampu melahirkan pemimpin yang beradab, dan masyarakat yang baik berasal dari rahim ibu. Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk tetap menjalin silaturahmi, mengakui kejuaraan Muslimat dalam hal tersebut.
Acara ditutup dengan persembahan lagu Hymne Muslimat NU dan Padamu Negeri, disusul dengan pembacaan doa oleh Habib Luthfi bin Yahya pada pukul 08.20 WIB.







