
TULUNGAGUNG, MADU TV – Komunitas Gusdurian di Kabupaten Tulungagung membuat pernyataan sikap terkait kondisi demokrasi di Indonesia saat ini. Beberapa kejadian yang terjadi menjelang pemilu membuat mereka merasa prihatin dengan kondisi demokrasi, dan mereka berharap pemilu tahun ini dapat berjalan damai dan bermartabat.
Dalam diskusi forum demokrasi yang dihadiri puluhan mahasiswa dan aktivis lintas agama, yang diselenggarakan oleh Jaringan Gusdurian Tulungagung, mereka membahas kondisi demokrasi yang terjadi menjelang pelaksanaan pemilu. Mereka menyoroti sejumlah kejadian yang dinilai mencederai proses demokrasi di Indonesia.
Selama masa kampanye Gardu Pemilu Jaringan Gusdurian mencatat adanya 105 kasus dugaan pelanggaran pemilu di beberapa daerah. Dari jumlah tersebut, 58 di antaranya terkait dengan penyalahgunaan wewenang penyelenggara negara. Kondisi ini dianggap sebagai ancaman terhadap integritas dan martabat pemilu.
Setelah diskusi, mereka menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi politik dan demokrasi yang terjadi saat ini. Terdapat 7 poin utama dalam pernyataan sikap ini, di mana mereka meminta seluruh jajaran penyelenggara pemilu untuk menjaga integritas, keadilan, dan profesionalisme selama pemilu berlangsung.
Rizka Umami, Koordinator Gusdurian Tulungagung, menyatakan harapannya melalui kegiatan ini, agar pemilu dapat berjalan damai dan bermartabat. Komunitas Gusdurian Tulungagung menunjukkan peran aktifnya dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia, mengingatkan pada pentingnya menjaga integritas dan martabat pemilu untuk kebaikan bersama.







