spot_img
Trending
Selasa, Mei 26, 2026
Beranda EKONOMI Ketepatan Waktu KA Daop 7 Madiun Lampaui Target, Daop 7 Madiun Sukses...

Ketepatan Waktu KA Daop 7 Madiun Lampaui Target, Daop 7 Madiun Sukses Layani Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026

21

MADUTV, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025. Salah satu indikator utama keberhasilan tersebut terlihat dari ketepatan waktu perjalanan kereta api yang berhasil melampaui target perusahaan, sekaligus meningkatnya volume penumpang selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

sepanjang 2025, tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) perjalanan KA baik keberangkatan maupun kedatangan menunjukkan tren yang konsisten dan berada di atas target yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan hasil dari peningkatan pengelolaan operasional, perawatan sarana dan prasarana, serta sinergi antarpetugas di lapangan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa angka ketepatan waktu keberangkatan KA penumpang di wilayah Daop 7 mencapai 99,47%, melebihi target program sebesar 99,40%. Sementara itu, untuk ketepatan waktu kedatangan mencapai 97,77%, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 94,28%.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh insan KAI, dukungan penuh dari pemerintah, serta peningkatan frekuensi perjalanan yang dikelola dengan manajemen operasional yang efektif. Kami terus berupaya meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama,” ujar Tohari.

Imbauan Kedisiplinan Waktu bagi Pelanggan Tohari menekankan bahwa ketepatan waktu adalah keunggulan utama transportasi kereta api. Oleh karena itu, kereta api tidak dapat menunggu pelanggan yang terlambat tiba di stasiun.

“Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun, serta proses antrean boarding. Perlu kami informasikan bahwa pelanggan yang tertinggal kereta api tidak akan mendapatkan pengembalian bea tiket (refund),” imbuh Tohari.

Untuk mempercepat proses, KAI telah menyediakan fasilitas Face Recognition di sejumlah stasiun. Untuk Daop 7 Madiun sendiri saat ini sementara ada di Stasiun madiun, kedepan diharapkan stasiun dengan okupansi penumpang cukup tinggi diharapkan terdapat fasilitas FR ini. Selain itu, pelanggan disarankan melakukan boarding melalui aplikasi Access by KAI untuk kemudahan tanpa perlu mencetak tiket fisik.

Update Angkutan Nataru: Penumpang Naik 8 Persen menjelang berakhirnya masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, volume penumpang di wilayah Daop 7 Madiun menunjukkan tren peningkatan. Pada Jumat, 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 10.151 penumpang berangkat dari wilayah Daop 7, naik 8% dibandingkan hari sebelumnya, Kamis, 1 Januari 2026 sebanyak 9.366 penumpang.

Secara akumulatif, sejak dimulainya masa Angkutan Nataru pada 18 Desember 2025 hingga hari ke-16 (2 Januari 2026), Daop 7 Madiun telah melayani total 319.330 penumpang yang terdiri dari 153.181 penumpang keberangkatan penumpang dan 166.149 untuk kedatangan penumpang.

Ketersediaan Tiket: Meskipun tiket untuk KA-KA keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun telah banyak terjual habis, Tohari meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

“Masyarakat masih bisa melakukan pemesanan tiket untuk KA-KA yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun. Tiket menuju kota-kota tujuan seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, maupun Malang masih tersedia melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya,” pungkas Tohari.

Tak hanya dari sisi ketepatan waktu, kinerja positif juga tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Pada periode Nataru 2025/2026, volume penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

KAI Daop 7 Madiun juga memastikan pelayanan selama Nataru berjalan aman dan lancar dengan menyiagakan petugas operasional, pelayanan pelanggan, serta melakukan pengawasan intensif terhadap perjalanan kereta api. Selain itu, fasilitas pendukung di stasiun turut dioptimalkan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang. (Rie)