
Blitar, Jawa Timur – Menyambut datangnya perayaan Imlek tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para perajin pernak-pernik hari raya kaum Tiung Hoa. Tak terkecuali seorang pria di Blitar, Jawa Timur, yang mendapati pesanan tas model lampion produksinya mengalami lonjakan yang signifikan. Jelang perayaan Imlek 2024, pesanan tas model lampion yang dihasilkannya bahkan meningkat hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tas model lampion yang menjadi perbincangan adalah karya dari Andreas Prasetyo, seorang warga Desa Sanan Kulon, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar. Tas model lampion kreatif Andreas ini terbuat dari bahan dasar kain oscar, sengaja diciptakan untuk menyambut momen penting dalam kalender keagamaan kaum Tiung Hoa.
Dalam proses pembuatannya, kain oscar yang telah diprint terlebih dahulu dipotong dan dijahit sesuai pola yang telah ditentukan. Tas model lampion kemudian melalui proses finishing, dihiasi, dan dipasangi rantai emas untuk menambah kesan elegan.
Andreas Prasetyo, pengrajin tas lampion tersebut, mengungkapkan bahwa perayaan Imlek identik dengan berburu angpao. Banyaknya angpao yang diterima membuat kalangan warga Tiung Hoa membutuhkan wadah atau tempat untuk menyimpan angpao tersebut. Sementara itu, harga jual satu buah tas lampion berkisar antara 80 ribu hingga 120 ribu rupiah, tergantung pada besarnya dan pesanan yang diterima.
Selain pesanan dari konsumen lokal, tas lampion kreasinya juga dipesan oleh konsumen dari luar daerah, seperti dari Bogor dan Jakarta. Fenomena ini menunjukkan bahwa karya Andreas Prasetyo tidak hanya diminati di tingkat lokal, tetapi juga mendapat apresiasi dari konsumen di luar kota.
Dengan pesanan yang terus mengalir, Andreas Prasetyo berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam menyemarakkan perayaan Imlek tahun ini. Sementara itu, Blitar, Jawa Timur, menanti kehadiran perayaan Imlek dengan semangat dan antusiasme yang lebih tinggi dari sebelumnya.




