
JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengumumkan hasil rapat berkala pertama tahun 2024 yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPSP). Mereka menyimpulkan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah risiko pelambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan global, demikian diumumkan pada Selasa (30/1/2024).
Menurut Sri Mulyani, Menteri Keuangan, dalam konferensi pers yang diadakan setelah rapat, sistem keuangan Indonesia berhasil menjaga stabilitasnya meskipun menghadapi tekanan ekonomi global yang suram. Meskipun begitu, pihaknya tetap waspada terhadap potensi dampak yang dapat muncul dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPSP turut menyampaikan pandangan serupa terkait dengan keadaan keuangan Indonesia. Mereka menekankan perlunya terus menjaga kestabilan sistem keuangan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang belum menentu.
Rapat ini dianggap sebagai langkah proaktif pemerintah dan lembaga terkait untuk mengantisipasi potensi risiko dan menjaga keseimbangan ekonomi domestik. Meski demikian, belum ada perubahan kebijakan signifikan yang diumumkan sebagai respons terhadap kondisi global saat ini.
Konferensi pers ini mengonfirmasi komitmen pemerintah dan lembaga keuangan untuk tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Sebagai bagian dari strategi ini, KSSK dan lembaga terkait akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna memitigasi potensi dampak negatif pada sistem keuangan Indonesia.




