spot_img
Trending
Rabu, Juni 17, 2026
Beranda Regional Gedung Sekolah Disegel Siswa Terlantar, Kadisdik Pamekasan Sebut Tak Ada Masalah

Gedung Sekolah Disegel Siswa Terlantar, Kadisdik Pamekasan Sebut Tak Ada Masalah

301

PAMEKASAN, MADUTV – Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberuh 2 Pamekasan, Madura, Jawa timur, Selasa (16/7/2024), tidak bisa beraktifitas belajar mengajar seperti biasa di dalam kelas, lantaran gedung sekolahnya di segel oleh pemilik lahan.

Penyegelan gedung sekolah ini sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir lantaran di klim oleh warga setempat bahwa lahan sekolah tersebut miliknya.

Sengketa lahan antara pemilik tanan yang tak kunjung selesai dengan pemerintah daerah sampai saat ini sangat disayangkan, karena mengakibatkan ratusan siswa terlantar hingga harus belajar di rumah warga.

Sebanyak 130 siswa beserta gurun SDN Tamberu 2 ini terpaksa melakukan belajar mengajar di lantai tanpa bangku dan meja.

Para orang tua siswa yang mengantarkan anaknya masuk pertama kali sekolah itu merasa kecewa lantaran gedung sekolah di segel oleh orang yang dianggap pemilik lahan.

“Kalau gedung sekolah ini di segel seperti ini gimana nasib anak saya yang ingin belajar,” ungkap Masyatun, orang tua siswa.

Pihaknya berharap pemerintah daerah secepatnya mengambil tindakan terkait masalah penyegelan gedung sekolah ini, agar belajar mengajar bisa kembali normal.

“Semoga secepatnya pemerintah kabupaten Pamekasan khususnya dinas pendidikan dan kebudayaan mengambil tindakan, agar urusan ini bisa selesai,” paparnya.

Sementara warga yang mengeklim pemilik lahan sekolah SDN Tamberuh 2 mengaku sebelumnya sudah melakukan musyawarah dengan Dinas Pendidikan, PJ Bupati Pamekasan dan beberapa pihak lain namun belum ada kejelasan.

“Kami terpaksa melakukan penyegelan gedung sekolah ini bukan karena kami tidak kasihan kepada siswa, tetapi pihak pemerinta daerah tidak ada kejelasan soal ganti rugi,” kata Rasyidi, pemilik lahan.

Dirinya hingga hari ini masih menunggu kejelas dari pamerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan soal penyelesaian lahan tersebut.

Atas insiden itu Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan menyayangkan ada carut-marut sengketa lahan sekolah yang mengakibatkan semua siswa terlantar.

“Kasihan siswa kalau seperti ini, mereka tertinggal pelajaran akibat penyegelan gedung sekolah karena sengketa lahan,” kata Mohammad Subhan, Sekwan Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

Sengketa lahan tersebut menurut Subhan akibat sistem Dinas Pendidikan kurang tepat, kurangnya melibatkan beberapa pihak salah satunya dalam pembangunan sekolah yang menempatkan tanah milik warga, sehingga timbul gejolak seperti penyegelan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan Akhmad Zaini berdalih tidak ada gejolak di SDN Tamberu 2, menurutnya itu hanya mis komunikasi saja.

“Di SDN Tamberu 2 itu tidak ada persoalan, hanya mis aja,” kata Akhmad Zaini, Kadisdikbud Pamekasan.

Sementara di lapangan ratusan siswa terlantar akibat gedung sekolah di segel warga yang mengaku hak waris atau pemilik tanah bangunan.(Riz)