spot_img
Trending
Kamis, Juni 11, 2026
Beranda RAGAM BERITA Embun Upas Pertama 2026 Muncul di Bromo, Wisatawan Berburu Kristal Es Sejak...

Embun Upas Pertama 2026 Muncul di Bromo, Wisatawan Berburu Kristal Es Sejak Subuh

4

MADUTV, PROBOLINGGO – Fenomena embun es atau embun upas kembali menyelimuti kawasan Gunung Bromo pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Kemunculan kristal es yang menempel pada dedaunan, padang rumput, hingga lautan pasir itu menjadi yang pertama terjadi pada tahun ini dan langsung menarik perhatian wisatawan.

Hamparan embun upas tampak membeku di sejumlah titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru setelah suhu udara dini hari turun hingga di bawah 5 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat embun yang terbentuk pada malam hari berubah menjadi lapisan kristal putih yang menyerupai salju.

Sejak sebelum matahari terbit, wisatawan terlihat memadati beberapa lokasi favorit untuk menyaksikan fenomena alam yang identik dengan musim kemarau tersebut. Banyak pengunjung mengabadikan momen langka itu melalui foto dan video sambil menikmati udara dingin ekstrem khas pegunungan Tengger.

Dalam rekaman yang diabadikan komunitas wisata Bams Tour Bromo, embun upas terlihat menyelimuti rerumputan dan sebagian area lautan pasir. Lapisan es tipis tampak berkilau saat terkena cahaya matahari pagi, menciptakan pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasa.

Pemandu wisata Bams Tour Bromo, Bambang, mengatakan kemunculan embun upas kali ini menjadi penanda awal musim kemarau di kawasan Bromo.

“Pagi ini embun upas muncul cukup merata. Tidak hanya di dedaunan, tetapi juga terlihat di beberapa area lautan pasir. Ini menjadi kemunculan pertama pada tahun 2026 yang langsung menarik perhatian wisatawan,” kata Bambang.

Menurut dia, fenomena embun upas umumnya terjadi pada periode Juni hingga Agustus ketika suhu udara mencapai titik terendah. Saat temperatur turun di bawah 5 derajat Celsius, embun yang terbentuk pada malam hari berpotensi membeku dan membentuk kristal es.

“Biasanya wisatawan sengaja datang lebih awal untuk berburu fenomena ini karena setelah matahari naik, embun es akan cepat mencair,” ujarnya.

Bambang menuturkan embun upas menjadi salah satu daya tarik wisata musiman di Bromo selain panorama matahari terbit yang selama ini menjadi ikon kawasan tersebut.

“Banyak wisatawan penasaran karena ingin melihat sesuatu yang mirip salju. Walaupun sebenarnya ini embun yang membeku, tampilannya memang sangat indah dan jarang ditemukan di daerah lain,” katanya.

Salah seorang wisatawan asal Bogor, Mia, mengaku beruntung dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung saat berkunjung ke Bromo.

“Saya senang sekali karena baru pertama kali melihat embun upas secara langsung. Tadi kami datang sebelum subuh dan ternyata hamparannya cukup luas,” ujar Mia.

Ia mengatakan suasana pagi di lautan pasir yang masih diselimuti kristal es tipis memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kunjungan wisata sebelumnya.

“Rasanya seperti berada di luar negeri. Dingin sekali, tetapi pemandangannya luar biasa. Selain melihat sunrise, kami bisa menyaksikan fenomena alam yang tidak setiap hari muncul,” tuturnya.
Embun upas merupakan fenomena tahunan yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau di kawasan Bromo dan Semeru. Namun kemunculannya sangat bergantung pada kondisi cuaca, kelembapan udara, dan suhu yang terjadi pada malam hingga dini hari.

Pengelola wisata mengimbau wisatawan yang ingin berburu embun upas untuk datang sebelum matahari terbit dan mengenakan perlengkapan hangat seperti jaket tebal, sarung tangan, serta penutup kepala.

Jika kondisi cuaca mendukung, pengunjung berkesempatan menyaksikan hamparan kristal es putih yang membuat Bromo tampak seolah berselimut salju di tengah iklim tropis Indonesia. (Gus)