spot_img
Trending
Rabu, Agustus 12, 2026
Beranda RAGAM BERITA Cegah Karhutla, KPH Madiun dan Lawu DS Perkuat Sinergi dan Kesiapsiagaan

Cegah Karhutla, KPH Madiun dan Lawu DS Perkuat Sinergi dan Kesiapsiagaan

6
Foto : Simulasi Pengendalian Karhutla di Pos Kucur, Petak 232A-2, RPH Kuwiran, BKPH Dungus, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

MADUTV, MADIUN – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun dan KPH Lawu DS bersama Forkopimcam Kare dan Wungu menggelar Apel Sinergitas dan Simulasi Pengendalian Karhutla, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Pos Kucur, Petak 232A-2, RPH Kuwiran, BKPH Dungus, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sebanyak 85 orang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Apel dan simulasi digelar sebagai langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tata cara penanganan karhutla secara tepat dan terkoordinasi.

Dalam sambutannya, Kapolsek Kare menegaskan bahwa apel tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat kesiapan dalam menanggulangi karhutla.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dan pemahaman yang baik agar setiap personel dapat mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika terjadi kebakaran.

Kapolsek Kare juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hutan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan.

“Dalam kegiatan ini, kami ingin memacu dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama, baik dengan Forkopimcam maupun pihak Perhutani, agar ikut tergugah dalam menjaga kelestarian hutan. Ini sebagai upaya bersama untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.”

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga hal penting yang menjadi penekanan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Pertama, memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi maupun pihak terkait. Kedua, mengutamakan deteksi dini dan pencegahan agar potensi kebakaran dapat diketahui serta ditangani sedini mungkin. Ketiga, memastikan kesiapan personel dan peralatan yang digunakan dalam penanganan karhutla.

Selain apel dan simulasi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan secara simbolis alat pemadam kebakaran hutan dan lahan.

Penyerahan peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan sarana dan prasarana bagi petugas di lapangan. Peralatan pemadam dapat digunakan untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api di kawasan hutan.

Asper Bkph Dungus, Rudi Setiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan apel sinergis dan simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan bersama forkopimcam kare dan jajaran perhutani lintas Wungu,serta BKPH dungus,brumbun,mojorayung dan BKPH Wilis Utara.

“Kegiatan ini merupakan apel sinergitas dan simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Forkopimcam Kare dan jajaran Perhutani lintas Wungu, serta melibatkan BKPH Dungus, BKPH Brumbun, BKPH Mojorayung, dan BKPH Wilis Utara.”

Melalui kegiatan ini, sinergi antara KPH Madiun, KPH Lawu DS, kepolisian, Forkopimcam, serta masyarakat diharapkan semakin kuat.

Kesiapan personel, ketersediaan peralatan, deteksi dini, dan respons cepat menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas dan menimbulkan kerusakan terhadap kawasan hutan maupun lingkungan di sekitarnya.

Seluruh pihak juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga kawasan hutan dari aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.(Rie)