
MADUTV, MADIUN – Sekitar 300 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kota Madiun mengikuti simulasi penanganan kebakaran. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan anggota Satlinmas dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan masyarakat.
Simulasi diawali dengan apel pagi yang diikuti ratusan anggota Satlinmas. Para peserta kemudian mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kebakaran, termasuk cara melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Dalam simulasi, sebuah bangunan berbahan bambu yang dibuat menyerupai rumah warga digunakan sebagai lokasi kejadian. Api awalnya digambarkan muncul dalam skala kecil dan langsung ditangani anggota Satlinmas menggunakan APAR.
Namun, api kemudian sengaja dibuat semakin membesar. Situasi tersebut menggambarkan kondisi ketika kebakaran tidak lagi dapat ditangani hanya dengan menggunakan APAR.
Warga dan pemilik rumah yang berada di lokasi simulasi dibuat panik dan berteriak meminta pertolongan. Tak lama kemudian, petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Dengan menggunakan peralatan pemadam kebakaran, petugas berupaya mengendalikan kobaran api. Setelah dilakukan penyemprotan, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan Satlinmas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Selain praktik pemadaman, anggota Satlinmas juga mendapatkan edukasi mengenai penanganan kebakaran ringan yang dapat terjadi di rumah, termasuk kebakaran di dapur akibat kelalaian saat menggunakan kompor gas.
Anggota Satlinmas dilatih agar mampu melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat, sekaligus membantu masyarakat melakukan evakuasi serta mengamankan lokasi sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Melalui pelatihan tersebut, Satlinmas diharapkan tidak hanya mampu membantu penanganan saat terjadi kebakaran, tetapi juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan dan pencegahan kebakaran.
Dengan kesiapsiagaan yang semakin baik, risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran diharapkan dapat diminimalkan. (Rie)




