spot_img
Senin, Maret 16, 2026
Beranda BERITA UTAMA Cabuli Siswi SD, Saroja Minta Polres Kediri Kota Untuk Menangkap Terduga Pelaku...

Cabuli Siswi SD, Saroja Minta Polres Kediri Kota Untuk Menangkap Terduga Pelaku Yang Masih SMA

83

KEDIRI, MADUTV – Kasus asusila terhadap anak dibawah umur kembali terjadi wilayah Kota Kediri Seorang Bocah usia SD diwilayah Kecamatan Pesantren Harus menjadi korban Dugaan Pencabulan yang dilakukan seorang Pelajar yang masih tetangganya. Adanya aduan dari Keluarga dan Lingkungan Korban, LSM Saroja langsung mendatangi Polres Kediri Kota pada Kamis (04/12/205).

Lembaga Swadaya Masyarakat Sahabat Boro Jarakan ini dengan tegas ingin tahu secara langsung guna mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan tindak asusila yang menimpa seorang siswi SD tersebut.

Dengan berseragam khas biru muda Sahabat Boro Jarakan itu datang kepada Unit PPA Satreskrim Polres Kediri Kota usai dua minggu setelah laporan masuk, keluarga korban mengaku belum menerima kejelasan maupun tindak lanjut Aparat Penegak Hukum.

Dewan pengawas Saroja, Supriyo, menyampaikan bahwa kondisi korban semakin mengkhawatirkan dan mengalami trauma berat karena rumahnya berhadapan langsung dengan rumah terduga pelaku yang merupakan seorang siswa SMA.

“Kondisi korban saat ini mengalami trauma berat, terlebih korban dan keluarga setiap hari berjumpa dengan terduga pelaku dan melihat rumahnya karena letaknya berhadapan langsung. Laporan sudah disampaikan dua minggu lalu, tapi tidak ada kejelasan. Maka hari ini kami atas dasar kuasa dari keluarga korban mempertanyakan langsung ke Kanit PPA Polres Kediri Kota,” tandas Supriyo.

Mantan Aktivis 1998 yang akrab disapa Priyo ini menilai lambannya penanganan kasus ini sangat berisiko terhadap kondisi psikologis korban. Ia menyoroti belum adanya layanan pendampingan maupun trauma healing dari pihak pemerintah.

“Sampai sekarang anak ini belum mendapat penanganan apa pun. Baik pendampingan psikologis maupun perhatian dari instansi terkait. Dalam kasus anak, waktu itu sangat menentukan. Semakin lama dibiarkan, semakin besar kerusakan psikologis yang bisa terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, ketidak sinkronan informasi antara pihak Kelurahan, pihak PPA, dan kesaksian keluarga korban juga membuat penanganan semakin tidak jelas.

“Saya sudah komunikasi dengan Kelurahan, tapi keterangan mereka tidak sama dengan cerita korban. Ini semakin menunjukkan bahwa koordinasi belum berjalan baik. Karena itu kami menanyakan secara resmi ke PPA Polres Kediri Kota agar proses ini tidak bertele-tele,” tegasnya.

Supriyo menegaskan bahwa Saroja akan terus mengawal laporan ini hingga ada kejelasan hukum dan perlindungan penuh bagi korban.

“Kami ingin memastikan proses hukum berjalan, pelaku ditangani sesuai aturan hukum, dan korban mendapatkan hak-haknya. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya.

Sementara itu Kanit PPA Polres Kediri Kota Aiptu Andik Eko menjelaskan bahwa perkara sudah ditangani dan sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Kediri.

“Kami sudah terima laporannya dan sudah kami tindak lanjuti, sesuai prosedur saat ini kami menunggu hasil visum untuk tindakan lebih lanjut” jelasnya.

Saat dikonfirmasi Zaki Zamani selaku sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada DP3AP2KB Kota Kediri pihaknya akan langsung menerjunkan timnya untuk ke keluarga korban melakukan pendampingan setelah mendapatkan aduan hari ini. (Ef)