
TULUNGAGUNG, MADU TV – Dinas Kesehatan Tulungagung bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri telah melakukan pengecekan terhadap makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang takjil. Mereka mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kandungan di dalamnya. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya rhodamin B dan formalin.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman pada masyarakat dari peredaran makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Petugas memeriksa sejumlah sampel makanan yang diambil dengan menggunakan cairan khusus.
Petugas mengambil sampel dari 4 penjual takjil di Kelurahan Kepatihan. Dari jumlah tersebut, petugas menemukan 2 makanan yang mengandung zat berbahaya berupa rhodamin B dan formalin. Zat berbahaya ini ditemukan pada makanan kerupuk dan sate bekicot. Bahan yang bukan peruntukannya untuk produk pangan tersebut, jika dikonsumsi manusia dalam jangka panjang akan berbahaya bagi kesehatan.
Pasca temuan ini, petugas akan melakukan penelusuran asal muasal makanan dan minuman ini. Mereka juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu waspada jika membeli makanan dan minuman takjil. Petugas juga akan melakukan sosialisasi kepada penjual takjil agar tidak menjual kembali produk makanan yang mengandung zat berbahaya ini.
Menurut Rinta Anantasari, apoteker ahli madya Dinas Kesehatan Tulungagung, adanya temuan tersebut, Dinas Kesehatan Tulungagung akan terus memantau peredaran produk makanan takjil di berbagai wilayah di Tulungagung. Mereka akan meningkatkan pemeriksaan di pusat-pusat jajanan hingga waktu menjelang Lebaran untuk mencegah beredarnya produk mamin kadaluwarsa.




