spot_img
Trending
Selasa, Mei 26, 2026
Beranda EKONOMI Berburu uang pecahan Baru, Ratusan Warga Serbu Layanan Tukar Uang Baru di...

Berburu uang pecahan Baru, Ratusan Warga Serbu Layanan Tukar Uang Baru di Masjid Agung Kota Madiun

69
Foto : Ratusan Warga Mengantre Tukarkan Uang Baru di Halaman Masjid Besar Kota Madiun.

MADIUN, MADUTV – Ratusan warga memadati halaman parkir Masjid Agung Baitul Hakim, Kota Madiun, pada awal Ramadan tahun ini untuk menukarkan uang baru. Layanan penukaran uang yang dibuka Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri tersebut disambut antusias masyarakat, bahkan warga dari luar daerah turut datang demi mendapatkan pecahan uang layak edar untuk kebutuhan Idulfitri.

Sejak pagi hari, antrean panjang sudah terlihat mengular di lokasi layanan. Warga dengan tertib menunggu giliran sesuai jadwal dan kuota yang telah ditetapkan. Petugas tampak melakukan pengaturan antrean serta memverifikasi data penukar untuk memastikan proses berjalan lancar.

Program penukaran uang baru ini merupakan agenda rutin Bank Indonesia setiap menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil yang biasanya digunakan untuk berbagi angpau atau THR kepada anak-anak dan kerabat saat Lebaran.

Layanan penukaran di Kota Madiun dipusatkan di halaman parkir Masjid Agung Baitul Hakim. Untuk dapat mengikuti layanan ini, masyarakat sebelumnya diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui laman PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) milik Bank Indonesia.

Salah satu warga, Pita, mengaku sengaja datang lebih pagi agar tidak kehabisan kuota. Ia menilai layanan ini sangat membantu karena prosesnya tertib dan tidak dipungut biaya.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Uangnya masih baru dan rapi untuk dibagikan saat Lebaran nanti,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat tidak hanya berasal dari Kota Madiun. Sejumlah warga dari Kabupaten Nganjuk juga rela datang ke Kota Madiun setelah berhasil mendaftar secara online.

Mereka membawa bukti pemesanan berupa kode QR serta kartu identitas asli untuk diverifikasi sebelum melakukan penukaran.

Wati Sukaati, warga Nganjuk, mengaku memilih menukar uang melalui layanan resmi karena lebih aman dan terjamin keasliannya.

“Daftar lewat PINTAR dulu, lalu datang sesuai jadwal. Prosesnya cepat dan tidak perlu antre terlalu lama,” katanya.

Dalam layanan tersebut, masyarakat dapat menukarkan uang pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000 hingga Rp50.000. Setiap penukar dibatasi maksimal Rp5.300.000 per paket, sesuai ketentuan dan ketersediaan uang layak edar.

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan resmi dan tidak menggunakan jasa perantara atau calo. Selain untuk menghindari biaya tambahan, hal ini juga demi menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan.

Dengan adanya layanan penukaran uang baru ini, diharapkan kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil menjelang Idulfitri dapat terpenuhi, sekaligus memastikan distribusi uang layak edar tetap terjaga di wilayah Madiun dan sekitarnya. (Rie)