spot_img
Trending
Rabu, Oktober 21, 2026
Beranda EKONOMI Tertib dan Taati Sistem, Dapur MBG di Kota Kediri Terbuka Bila Tak...

Tertib dan Taati Sistem, Dapur MBG di Kota Kediri Terbuka Bila Tak Layani Penerima Manfaat

2
Foto : Katino Mitra SPPG.

Kediri, Madutv Nusantara – Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran khususnya MBG ( Makan Bergizi Gratis ) terus melakukan serangkaian pembenahan demi melayani penerima manfaat. SPPG atau Dapur MBG rela tak menyalurkan MBG ke penerima manfaat jika mengalami kesulitan anggaran alias dana tanpa memaksakan diri harus melakukan tindakan tindakan diluar yang disyaratkan dan sistem BGN semisal menerima permodalan atau suntikan dana dari mitra yang dimilikinya.

Katino salah satu mitra SPPG diwilayah Banjaran mengaku, pihak dapur yang menjadi mitranya memang sempat tidak melakukan pelayanan ke penerima manfaat pada Hari Senin dan Selasa (19-20 Oktober 2026) akibat adanya maintenance di Dapurnya sehingga harus mengeluarkan anggaran atau dana untuk hal tersebut.

“Sebelumnya pihak Dapur sudah memberikan pengumuman baik lisan atau tertulis kepada pihak penerima manfaat.Dan saat ini untuk penyaluran MBGnya berjalan seperti biasa,”ungkapnya ke media, Rabu (21/10/2026)

Lebih lanjut Tino panggilan akrab Politisi dari Partai Gerindra itu mengungkapkan, sejauh ini sistem dan juknis dari BGN sangat sistematis dengan laporan setiap harinya untuk di-update atau diaploud secara online sehingga ketika dari pihak dapur ada sesuatu hal untuk tidak melakukan pengolahan MBG untuk disalurkan penerima manfaat maka otomatis dana yang dikucurkan dari BGN tidak ada.

“Dulu yang awal awal ada subsidi 6 juta rupiah perharinya dan saat ini sudah berjalan dua Minggu subsidi itu dihilangkan serta diganti dengan subsidi per-ompreng 2000 rupiah dari anggaran yang telah ditetapkan.Dulu setiap SPPG atau Dapur MBG menyalurkan berapapun jumlah ompreng atau menu disubsidi diatas namun sekarang tidak,”tandasnya

Sementara itu, Iswahyudi salah satu juga Mintra SPPG yang ada di Kota Kediri mengaku, ditempatnya lancar lancar aja dan tidak ada persoalan.

“Alhamdulillah masih tetap berjalan melayani penerima manfaat.Dijelaskannya, bila ada Dapur yang mengalami persoalan dengan tidak melayani PM (Penerima Manfaat) dimungkinkan faktornya macam-macam, bisa jadi permodalan Keuangannya belum memenuhi ketika melakukan pengolahan menu,apalagi sekarang pelaporannya setiap hari ke BGN, itupun harus rinci atau detail,”jelasnya ke media

Iswahyudi menegaskan, untuk saat ini tidak ada subsidi dan dihitung per-ompreng dari anggaran yang telah ditetapkan.Dan pihak mitra hanya memenuhi kebutuhan Dapur agar segala produksi menu dan giat operasional yang dilakukan dapur bisa diterima penerima manfaat. (Ef)