
Kediri, Madutv Nusantara – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri dan Madiun kembali menyelenggarakan Financial Journalist Class Sesi 4 sebagai upaya memperkuat sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat
bagi masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Industri Jasa Keuangan dan Media dalam Mendukung Ekonomi Kreatif serta Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Kediri FinFest 2026”, kegiatan ini membahas dukungan industri jasa keuangan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta penyelenggaraan Kediri Financial Festival (FinFest) 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri Area Kediri, BNI Area Kediri, Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, dan Kantor OJK Kediri. Melalui
pemaparan materi dari masing-masing narasumber, wartawan memperoleh
wawasan mengenai kontribusi industri jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha,serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan.
Materi pertama disampaikan oleh Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Area Kediri, Arie Kusuma, yang mengangkat tema “Pemberdayaan Berkelanjutan, Kontribusi Nyata Bank Mandiri untuk Kemandirian UMKM Kediri”.
Bank Mandiri Area Kediri mendukung transformasi transaksi digital melalui 399.711 pengguna Livin’ by Mandiri dan 2.981 pengguna Kopra by Mandiri, serta mendorong digitalisasi pembayaran UMKM melalui 15.105 pengguna QRIS Livin’ Merchant dan 1.332 pengguna mesin EDC di wilayah Karesidenan Kediri.
Hingga September 2026, penyaluran kredit pada segmen ritel tercatat mencapai Rp3.035 miliar. Selain itu, Bank Mandiri mengembangkan layanan investasi emas melalui Tabungan Emas yang memungkinkan transaksi jual beli emas secara digital melalui Livin’ by Mandiri, produk Cicil Emas, KSM Emas, serta ATM Emas yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik secara real-time sesuai gramasi yang diinginkan.
Selanjutnya, Area Head 3 BNI Kantor Wilayah 18 Malang, Abiwodo, menyampaikan
materi mengenai dukungan BNI terhadap pengembangan UMKM melalui program
BNI XPORA. Program ini merupakan bentuk komitmen BNI dalam mendorong
UMKM untuk naik kelas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha, termasuk untuk memasuki Pasar Internasional.
Melalui dukungan penguatan kapasitas usaha, perluasan jaringan pemasaran, serta pemanfaatan ekosistem dan layanan keuangan digital, BNI XPORA diharapkan dapat membantu pelaku UMKM di Kediri, Madiun, dan sekitarnya mengoptimalkan
potensi usaha serta memperluas jangkauan pasar. Dalam hal ini, sinergi antara perbankan, pemerintah, regulator, dunia usaha, dan media juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengenai peran LPS dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan serta pelaksanaan fungsi penjaminan simpanan di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Pada Agustus 2026, nominal simpanan bank umum di Jawa Timur mencapai Rp848,9 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan, dengan Kota Kediri mencatat nominal simpanan terbesar di wilayah Kediri dan sekitarnya sebesar
Rp27,35 triliun, diikuti Kabupaten Tulungagung sebesar Rp12,84 triliun dan Kabupaten Kediri sebesar Rp10,75 triliun. Hingga 30 September 2026, LPS telah menangani klaim penjaminan simpanan pada 20 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya di Jawa Timur.
Dari total simpanan yang ditetapkan sebesar Rp1,68 triliun, sebanyak Rp1,66 triliun atau 98,87% dinyatakan layak bayar, dengan pembayaran klaim sebesar Rp392,90 miliar. LPS juga mengingatkan masyarakat untuk memenuhi persyaratan penjaminan simpanan yang dikenal dengan prinsip 3T, yaitu simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.
Sementara itu, Ismirani Saputri, Kepala Kantor OJK Kediri, menyampaikan materi
mengenai pelaksanaan Kediri Financial Festival (FinFest) 2026 yang akan diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026, di Balai Kota Kediri.
Mengusung tema “Transforming Creativity into Digital Economic Value”, Kediri FinFest 2026 menekankan pentingnya mengembangkan kreativitas menjadi nilai ekonomi melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026
sekaligus menjadi puncak penyelenggaraan program Duta Literasi Keuangan OJK
Kediri Tahun 2026.
Kediri FinFest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain pameran produk dan layanan jasa keuangan, pameran produk UMKM, edukasi keuangan, serta beragam kompetisi dan hiburan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal produk dan layanan jasa keuangan, memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, serta mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di daerah. FinFest juga menjadi wadah kolaborasi antara industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam
mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Rangkaian Financial Journalist Class
Sesi 4 ditutup dengan diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih lanjut informasi mengenai dukungan perbankan terhadap ekonomi kreatif, pengembangan UMKM melalui layanan keuangan, mekanisme penjaminan simpanan, serta pelaksanaan
Kediri FinFest 2026.
Melalui Financial Journalist Class Sesi 4, FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun berharap sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai produk, layanan, dan perkembangan sektor jasa keuangan dapat tersampaikan secara edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan turut mendukung pengembangan ekonomi kreatif, memperluas akses keuangan, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Kediri dan Madiun Raya. (Ef)




