Sidoarjo – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Tahun 2021 sudah tidak lagi mengalami defisit. Bahkan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan. Di minta segera mengajukan klaim dan pembayaran secepatnya, tidak seperti periode-periode tahun sebelumnya.
Hal ini yang mengatakan direktur utama BPJS kesehatan Ali Ghufron Mukti. Saat peresmian IGD modern, layanan kemoterapi dan aplikasi antrian online BPJS versi non bridging. Peresmiannya di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo. Positif BPJS kesehatan tahun ini, berbeda dengan tahun 2020 yang defisit lebih dari 6 triliun rupiah. Tahun 2019 yang defisit hingga 50 triliun.
Ali Ghufron Mukti mengatakan, verifikasi klaim tahun 2021. Sudah terajukan ke BPJS kesehatan, untuk sementara sudah lebih dari 60 triliun rupiah lebih. Saat ini masih melakukan verifikasi, dan setelah selesai segera terbayarkan ke rumah sakit-rumah sakit.
Pihak rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan, juga di minta segera mengajukan klaim. Berbeda dengan tahun-tahun lalu, klaim akan segera terbayar.
Kondisi positif BPJS kesehatan ini tidak terlepas, dari berkurangnya jumlah warga ke rumah sakit, di masa pandemi covid-19. Selain itu juga ditunjang naiknya nilai iuran BPJS kesehatan, yang sudah diberlakukan dua tahun terakhir.
Jumlah peserta BPJS kesehatan, saat ini sudah mencapai 226 juta atau 83 persen penduduk Indonesia. Ditargetkan peserta BPJS kesehatan mencapai 98 persen, dengan sasaran warga yang bekerja di sektor informal. (mk)







